Warga Depok Ungkap Lahan Water Tank 10 Juta Liter Bekas Tanah Urukan dan Rawan Bencana

Tak Berkategori230 Dilihat

Jumat, 18 Agustus 2023 – 21:23 WIB

Depok – Warga RT 02 RW 26 Perumahan Pesona Depok, Yuli Ratnani membeberkan perihal lahan yang dibangun untuk water tank 10 juta liter milik PDAM Tirta Asasta Depok. Dikatakan water tank itu berada di atas tanah urukan yang kondisinya labil. Sehingga jika terjadi bencana akan sangat membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga :

PDAM Tirta Asasta Klaim Water Tank Dibangun untuk Peningkatan Kapasitas Layanan di Depok

“Saya tahu bahwa ini tadinya (tanah) urukan, berarti tanah ini labil. Kemudian, tadi disebutkan dia (PDAM) akan melakukan mitigasi bencana, belum ada itu. Lalu dia bilang baru dibuat selokan, nah tapi kemarin ketika terjadi banjir lumpur itu ke mana-mana ke warga, pada waktu itu Covid, jadi kita ngga karu-karuan tuh,” katanya, Jumat (18/8/2023).

Dikatakan, walaupun dibuat selokan tidak menjamin jika ada banjir lumpur akan masuk ke saluran tersebut. Karena menurutnya banjir lumpur diprediksi meluber ke mana-mana.

Baca Juga :

Gugatan Kasus Water Tank Depok, Majelis Hakim PTUN Bandung Sidang Lapangan di Lokasi

Yuli Ratna, WargaPerumahan Pesona Depok yang dekat lokasi bangunan water tank

“Maka rumah kami menjadi ancaman bencana. Ingat Situ Gintung yang terjadi, satu nyawa itu luar biasa ancaman,” tegasnya.

Baca Juga :

Jembatan Gantung Ambruk saat Lomba 17-an, Puluhan Warga Berjatuhan ke Sungai

Menurutya saat ini warga sekitar yang berbatasan dengan water tank sangat resah. Bahkan mereka sampai tidak bisa tidur karena khawatir. Dia juga mengaku mengalami kerugian ekonomi. Karena rumah mereka sudah tidak laku sebagai jaminan ke bank.

“Kami ngga bisa tidur, rumah kami kalau kami ajukan ke bank ngga diterima sebagai agunan karena ini adalah daerah yang rawan. Jadi ada beberapa warga yang sudah mau menjual rumahnya, itu bank menolak. Nah, segi ekonomi, segi kekhawatiran fisik kami kalau malam itu rasanya kalau bangun terkejut-kejut,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Warga khawatir mengenai ancaman bencana yang sewaktu terjadi. Kekhawatiran itu sudah terjadi saat gempa terjadi. Rumah warga bergerak, lumpur masuk. Dia menuturkan banyak kekhawatiran yang dirasakan warga.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *