Jejak Pendidikan dan Karier Yenny Wahid, Putri Gus Dur Jebolan Harvard yang Siap Jadi Cawapres

Tak Berkategori249 Dilihat

Losergeek.org.CO, Jakarta – Putri Presiden Republik Indonesia (RI) ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid sempat digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Namun, Yenny menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY adalah sosok yang paling pantas mendampingi bakal calon presiden Anies Baswedan.  Lantas, seperti apa riwayat pendidikan dan karier Yenny Wahid? 

Rekam Jejak Pendidikan Yenny Wahid

Yenny Wahid merupakan alumnus SMA Negeri 28 Jakarta pada 1992. Tamat dari sekolah menengah, dia melanjutkan pendidikan tinggi di program studi (prodi) Psikologi Universitas Indonesia (UI). Namun, atas saran dari sang ayah, dia memutuskan keluar dan pindah ke jurusan Desain dan Komunikasi Visual (DKV) Universitas Trisakti.

Dilansir dari situs Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini juga melanjutkan kuliah ke jenjang pascasarjana dengan beasiswa Mason hingga meraih gelar Master Administrasi Publik dari Harvard University. 

Pekerjaan pertamanya adalah koresponden koran asal Melbourne, Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (1997-1999). Saat itu, dia sempat membuat liputan pasca-referendum di Timor-Timur hingga meraih anugerah Walkley Award. Kiprahnya dalam dunia jurnalistik semakin menggebu-gebu, hal itu ditunjukkan ketika dirinya meliput situasi Jakarta menjelang Reformasi 1998. 

Karier perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur pada 29 Oktober 1974 di bidang jurnalistik itu terpaksa terhenti, setelah Gus Dur ditunjuk sebagai Presiden RI ke-4. Sejak saat iu, Yenny Wahid setia mendampingi sang ayah dengan mengemban amanah sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik. 

Karier Yenny Wahid

Tumbuh di dalam lingkungan organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis agama Nahdlatul Ulama (NU), menjadikan Yenny sebagai salah satu aktivis. Pada 2004, ia menjabat sebagai Direktur Wahid Institute, lembaga yang mengusung misi untuk meneruskan perjuangan Gus Dur dalam pemikiran-pemikiran Islam. 

Tujuan The Wahid Institute disebut-sebut sejalan dengan visi Abdurrahman Wahid, yaitu membangun pemikiran Islam yang moderat. Tak hanya itu, organisasi tersebut diklaim mengusung mimpi untuk mendorong terciptanya demokrasi, multikulturalisme, pluralisme, dan toleransi di kalangan Muslim Indonesia. 

Iklan

Semasa kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dia sempat kembali menduduki kursi jabatan Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik. Hanya aktif selama setahun, Yenny memutuskan untuk mengundurkan diri karena perbedaan kepentingan dengan posisinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB. 

Sejak 2008, ia didepak dari PKB oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Pada akhirnya, ia mendirikan partai sendiri, yaitu Partai Indonesia Baru pada 2012. Partai itu belakangan berganti nama menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). 

Pada Januari 2020, Yenny Wahid diangkat menjadi Komisaris Independen salah satu lini bisnis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor transportasi udara atau pesawat, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kurang dari dua tahun berdinas, dia memutuskan untuk mundur pada Jumat, 13 Agustus 2021. 

Kesiapan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu apabila ditunjuk menjadi cawapres telah diungkapkannya pada Selasa, 8 Agustus 2023. Yenny Wahid mengatakan, jabatan publik menjadi alat paling efektif untuk membuat perubahan kebijakan di tengah masyarakat. 

“Saya juga masuk dalam kategori itu, tentu harus siap. Harus bersedia, harus menyiapkan diri. Tentu harus menyiapkan diri,” ucap Yenny Wahid di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 8 Agustus 2023. 

MELYNDA DWI PUSPITA | IMA DINI SHAFIRA

Pilihan Editor: Banyak Kampus Bikin Fakultas Kedokteran, Bagaimana Rencana ITB?

 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *