Video Viral, Pengelola Hutan Wisata Mata Kucing Batam Bantah Ditinggalkan Satwa

Bisnis167 Dilihat

TEMPO.CO, Battam -Manajemen membantah banyak hewan yang ditelantarkan di Kebun Binatang Mini. Hutan Wisata Mata Kucing Batam. Hal itu terbantahkan setelah beberapa video dirinya tidur di Kebun Binatang Mini Batam muncul di media sosial.

“Video itu palsu, tidak ada yang seperti itu,” kata Dahrul Sahnedri, pengelola Hutan Wisata Mata Kat. BattamRabu, 6 Desember 2023.

Video yang dibagikan vlogger bernama @denniy_khristanto tersebut telah diunggah ulang oleh beberapa media massa. Begitu pula dengan akun penyayang binatang.

Video tersebut mengundang reaksi dari netizen dan pecinta binatang. Tak sedikit warganet yang mengkritik kepemimpinannya.

Korban jatuhnya lutung

Dahrul menjelaskan, itu adalah hewan yang ada dalam video viral tersebut lutung. Ia mengatakan, lutung tersebut mati bukan karena tidak dirawat, melainkan setelah tertabrak di jalan utama depan Hutan Wisata Mata Cat pada Senin, 4 Desember 2023.

Lutung tersebut mencoba menyeberang dan ditabrak sepeda motor pada pukul 15.00 WIB sehingga kami selamatkan dan masukkan ke dalam kandang, kata Dahrul kepada awak media.

Pengelola hutan wisata ini mengaku merawat lutung tersebut dan memberikan airnya untuk pemulihan. Namun lutung tersebut tidak terselamatkan dan mati.

Lanjutnya, serangan lutung seperti ini sering terjadi. “Kejadian serupa juga pernah terjadi tiga tahun lalu. Kami sedang tracking lutung tersebut. Setelah pulih baru kami lepasliarkan kembali ke alam,” kata Dahrul.

Dahrul menyayangkan pembuat video tersebut belum mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola Hutan Wisata Mata Cat. Sang pencipta pun langsung mengunggah videonya ke media sosial dan hingga saat ini menimbulkan kehebohan. “Lutungnya kita kubur, itu lutung liar,” kata Dahrul.

iklan

Gara-gara kecelakaan itu, Ahli Pertama Polisi Hutan Divisi 2 Wilayah 2 Batam BKSDA Riau Arianto langsung mendatangi hutan wisata kucing malam pada Rabu sore. Arianto mengatakan, idealnya setiap masyarakat yang menemukan satwa dilindungi, termasuk lutung, harus melaporkannya terlebih dahulu ke BKSDA sebelum mengambil tindakan.

Baca Juga  Lily Gladstone mengatakan apa yang akan dia kenakan saat Oscar 2024 untuk masuk museum

“Anda harus menginformasikan kepada kami, termasuk jika hewan tersebut ditemukan hidup di luar dokumen asal,” ujarnya.

Apabila terdapat satwa dilindungi yang ditemukan mati, maka harus dilaporkan terlebih dahulu ke BKSDA sebelum dilakukan tindakan, termasuk pengobatan atau penguburan. “Karena dilindungi, BKSDA harus mengetahuinya,” ujarnya.

Hutan Wisata Kucing Malam bukanlah kebun binatang mini.

Hutan Wisata Kucing Malam ini dibuka sebagai kebun binatang mini namun memiliki izin penggunaan Pengelola Hutan Wisata. Oleh karena itu, kawasan ini lebih fokus pada perlindungan tanaman atau hutan.

Neeti Herawati, pemilik Hutan Wisata Mata Kucing, membantah dirinya mengabaikan satwa tersebut. Mata Cat Tourist mengatakan bahwa semua hewan di hutan mendapatkan makanan yang cukup. Prinsip saya, sampai hewan itu makan semuanya, lebih baik tidak dimakan, katanya kepada Tempo, Rabu.

Saat ini satwa yang ada di Hutan Wisata Mata Kucing adalah anjing, iguana dan beberapa ekor ayam. “Kami juga tidak melindungi satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Yogi Ika Sahputra

Pilihan Redaksi: 9 Rekomendasi Tempat Wisata di Batam yang Menyenangkan untuk Dikunjungi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *