Untuk menyambut Ramadhan, terdapat pasar edukasi selama tiga hari di Polres DI Yogyakarta.

Bisnis87 Dilihat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Menjelang Ramadhan, ada pemandangan berbeda di halaman depan dan belakang Mabes Polri. Yogyakarta (Mapolda DIY). Selama tiga hari berturut-turut, yakni tanggal 7 hingga 9 Maret 2024, Mapolda DIY akan hadir di sana. Acara Ini adalah pasar tradisional yang menawarkan Pasar Kangen bertajuk Wiwitan Pasa dengan beragam kreasi kuliner jadul.

Pengunjung dapat menemukan berbeda resep Masakan jadul yang murah meriah seperti gandos, serabi, klapon susu, dawt ireng, es goyang, es semak, mie letek, kere sata, klatak sata, jenang grendul, jenang kluo dan masih banyak masakan jadul yogya lainnya.

Ada juga pasar makanan, barang antik, kerajinan tangan, mainan budaya, pijat kerik, dan penjual santet di pasar makanan ini, yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Di lantai 2 dan 3 Mapolda DIY, pengunjung dapat menikmati pameran seni sekaligus panggung hiburan yang menampilkan musik dan tarian tradisional.

Pasar Kangen Wiitan Pasa di Polres DI Yogyakarta akan digelar pada 7-9 Maret 2024. (dokumen khusus)

Acara Wiwitan Pasa yang dibuka pada Kamis malam, 7 Maret 2024 di Mapolda DIY berlangsung meriah dan dipenuhi pengunjung. Turut hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kapolda DIY Irjen Suwondo Nanggolan mengatakan, acara Wiwitan Pasar mengusung tema kerja sama dengan Renteng-Kumandang Pasar.

iklan

Acara “Ini merupakan ajakan untuk saling bekerja sama dan menghormati serta mendorong kerja yang efektif,” kata Suwendo.

Pasca pemilu 2024 dan seterusnya RamadanMenurut Suwendo, hal itu merupakan inisiatif untuk menyatukan kembali masyarakat.

“Wiwitan Pasa menjadi wadah untuk membangun kembali hubungan masyarakat yang harmonis melalui ruang seni, budaya, keagamaan, dan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  PMN BUMN ke-16 mendapat Rp 44,24 triliun, Eric Tohir mendapat setoran dividen Rp 279,8 triliun.

Penjabat Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buono Sultan mengimbau masyarakat terus menunggu pengumuman resmi dari KPU RI. Dan berasumsi bahwa tidak akan timbul konflik dan menimbulkan disharmoni.

Wiccasono Pribadi

Pilihan Editor: Gunung Memorial Yogyakarta Tinggi 11 Meter Pecahkan Rekor Dunia dan MURI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *