UI membenarkan bahwa ia ditemukan tewas di asrama mahasiswa

Bisnis165 Dilihat

TEMPO.CO, depok – Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia (UI) Amelita Lucia membenarkan, sosok yang ditemukan tewas di kamar kos Jalan Juragan Sinda 2, RT 4/1, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok pada Kamis malam, 21 Desember 2023, adalah muridnya.

Korban bernama Siahrul Amru. mahasiswa UI Jurusan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Angkatan 2020.

Benar sekali, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Kita doakan semoga almarhumah santri kami diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, kata Amel. 2023.

Ia menyatakan, kejadian ini merupakan kejadian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun begitu pihak kampus mendapat informasi tersebut, tim UI langsung menuju TKP.

Tim kami bersama tim Inefice Polsek Beji melakukan operasi evakuasi dan membawa jenazah ke RS Kramat Jati dengan Ambulans UI, kata Amel.

Mengenai penyebab kematiannya, Amell mengatakan bukan wewenang kampus UI untuk menentukannya. Mereka masih menunggu prosesnya.

“Kami akan sepenuhnya menyerahkan masalah ini kepada pihak berwenang, dan kami sangat berterima kasih atas belas kasih Anda,” kata Amell.

Sebelumnya, Siyahrul ditemukan tewas di kamar tidurnya pada Kamis, 21 Desember 2023. Diduga kematiannya tidak segera diketahui karena kondisi tubuhnya dan keberadaan lalat.

Pantauan di lapangan, kost 2 lantai yang dikelola warna kuning itu tampak sepi dan tertutup. Pengelola kos Wisma Rejita pun menolak memberikan keterangan kepada wartawan.

iklan

Langsung ke Polsek Beji, saya tidak mau bereaksi soal ini karena hanya akan meninggalkan luka yang menyedihkan, kata manajer yang enggan disebutkan namanya.

Juru Bicara Polres Metro Depok Iptu An Med Budi membenarkan temuan mahasiswa UI tersebut. Dia meninggal di kamar tidurnya. Dia mengatakan, polisi telah mengunjungi tempat itu pada Kamis sore. Pukul 16.39 WIB, kata Meade, Kamis malam.

Baca Juga  Menurut Anius Baswedan, ketimpangan yang semakin meluas harus diperbaiki.

Dari informasi yang dihimpun polisi, seorang saksi mendapat telepon dari pria bernama Hadad dan memberikan video yang menunjukkan adanya banyak lalat di depan kos korban. Kemudian para saksi membenarkan bersama.

“Saat pemeriksaan,” kata Mead, “pintu kamar tidak dikunci dan korban terbaring telentang di tempat tidur, satu kaki di lantai, badan mengempis, mata terbuka.”

Saksi Rofiq kemudian memberitahu tim asrama bahwa dirinya menanyakan identitas korban. Begitu pula saksi yang merujuk ke penjaga kos dan meneruskannya ke RT dan Kapolsek Beji.

Satgas Polsek Beji yang dipimpin Kapolsek Kompol Jupriono mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan pidana bersama Unit Identifikasi Polres Metro Depok, ujarnya. Sementara jenazah sudah dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.

Pilihan Editor: Anis Tamam mengatakan banyak relawan yang gagal dalam ujian TGUPP DKI dan BUMD, membantah ada ujian.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *