Tumbuhnya kelas menengah meningkatkan permintaan beras premium, dan para ekonom mendesak pemerintah untuk fokus pada inflasi

Bisnis58 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom Senior Institute of Economic and Financial Development (Indef) Aviliani mengatakan kekurangan beras premium terkait dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. Menurut dia, pemerintah harus memperhatikan pasokan beras premium untuk merespons peningkatan permintaan tersebut.

“Ada yang membaik, jadi permintaan beras premium mulai meningkat. Kemarin beras premium kekurangan, jadi harganya naik,” kata Avilini dalam diskusi di Jakarta Selatan, Jumat, 23 Februari 2024.

Ia menjelaskan, 83 persen konsumsi dalam negeri disumbang oleh masyarakat kelas atas dan menengah atas. Oleh karena itu, menurut Aviliani, pemerintah harus berkoordinasi dengan pengusaha untuk mengatasi kemacetan pasokan beras premium yang terjadi saat ini.

Ia menekankan, perlu adanya pengendalian kenaikan harga bahan pangan, khususnya beras, agar inflasi tidak meningkat. Apalagi, dia menilai pemerintah saat ini sudah berhasil menjaga inflasi di bawah 3 persen.

Harga beras premium akhir-akhir ini turun di banyak pasar eceran modern. Menurut Baiu Krishnamurthy, Direktur Perum Blog, harga beras saat ini Rp 15.000 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dari harga eceran maksimum (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional yaitu Rp 13.900 per kilogram untuk wilayah Jawa, Sumsel, dan Lampung.

Menurut catatan blog, harga gabah di sentra produksi saat ini berkisar $8.000 per kilogram. Baiu menjelaskan, kenaikan harga gabah menyebabkan harga beras naik dan pengusaha tidak bisa menjualnya sesuai ketentuan HET.

iklan

Menurut Pak Bayu, para pengusaha awalnya kesulitan menjual beras dengan harga HET meski mengalami kerugian. Pengusaha yang memperhitungkan bahwa mereka akan mendapat untung apabila harga beras turun pada masa produksi utama. Masalahnya, harga beras tidak kunjung turun karena terbatasnya pasokan.

Dia mengatakan, kondisi ini disebabkan dampak cuaca ekstrem El Nino. Indonesia telah mengalami kekurangan beras selama 8 bulan berturut-turut. Akibatnya, pasokan beras di pasaran semakin sedikit.

Baca Juga  Simak kisah UKM lokal yang membantu memberdayakan penyandang disabilitas, perempuan, dan petani

Untuk mengatasi kenaikan harga dan kekurangan stok beras premium, pemerintah meminta masyarakat beralih ke beras Bulog melalui Program Stabilisasi Pasokan Pangan dan Harga. Beras SPHP merupakan beras kualitas medium yang dijual dengan harga Rp 10.900.

RIANI SANUSI Putri

Pilihan Editor: Berbeda dengan bantuan sosial, dana bantuan sosial sebesar $490 triliun tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *