Top Nasional: TKN Prabowo-Gibran nyatakan batal jadi AHY Wakil Presiden BPR Bank Jepara Artha buka suara untuk Koperasi Garadayakasa Nusantara atas dugaan gagal bayar pinjaman.

Bisnis248 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Berita yang menarik perhatian pembaca hingga pagi ini antara lain Sekretaris Kelompok Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-GibranNusron Wahid buka suara terkait tanggapan tersebut. Anius Baswedan Berbeda dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut “akhlakmu”. Kemudian Direktur Eksekutif Bank Perkreditan Rakyat atau BPR Bank Jepara Arta Jendik Handako menanggapi aliran pinjaman dari lembaganya untuk dana kampanye. Berikut ringkasannya:

1. Soal Etik ke Anis, TKN Prabowo-Gibran Ingatkan AHY Batal Jadi Cawapres.

Kelompok Kampanye Nasional Prabowo-Gibran atau Sekretaris TKN Nusron Wahid Anis Basedan angkat bicara terkait tanggapannya terhadap pernyataan “ndasmu istik” yang dilontarkan Prabowo Subianto. Anis mengatakan, etika dimulai dari kepala, kemudian bawahan.

Nusron mengatakan, etika dalam berpolitik diukur dengan konsistensi menepati janji. Ia menyebutkan, ada calon yang seringkali tidak menepati janjinya. “Dalam politik hanya ada satu etika, komitmen, perkataan dan tindakan sama,” ujarnya di kawasan Tibet, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Desember 2023.

Sebelumnya ia merupakan calon peserta konvensi Partai Demokrat, kemudian berpindah menjadi pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Prabowo, lalu menjadi anggota Nasdem. Di sinilah letak komitmennya, katanya.

Tak hanya itu, Nusron juga menyebut sempat membatalkan pencalonan calon wakil presiden, meski sebelumnya sudah berpegangan tangan. Tiba-tiba dia loncat lagi. Ini masalah etika, ujarnya. Anas Harimurti Yudhoyono batal pencalonan wakil presiden setelah resmi menyatakan aliansinya dengan Muhammad Iskandar.
Artikel selanjutnya..

2. Bank BPR Jepara Artha membuka kasus aliran kredit kepada Koperasi Garadayakasa Nusantara.

Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat atau Bank BPR Jepara Arta Jendik Handako menanggapi dugaan pinjaman dana kampanye dari lembaganya. Pinjaman Pemerintah Kabupaten Japara dari BPR dikatakan patut dipertanyakan karena dicairkan dalam waktu singkat.

Baca Juga  India dan Pakistan Jadi 2 Negara Tujuan Ekspor Sawit Indonesia Terbesar, Ini Alasannya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK Dia mengatakan, ada sumber dana kampanye lain untuk pemilu 2024. Salah satunya adalah penyalahgunaan fasilitas kredit yang dipinjam dari BPR. Bank BPR diduga memberikan pinjaman kepada pendukung partai bernama Artha Jepara yang pertama kali ditandatangani Mia.

iklan

Pada 2022-2023, total pengeluaran BPR ke rekening 27 peminjam mencapai 102 miliar birr. Dari pencairan pinjaman tersebut, uang tunai ditarik pada waktu yang sama atau mendekati waktu yang sama kemudian dikembalikan ke rekening bulan April.

Total dana yang masuk ke rekening MIA hasil pelunasan pinjaman mencapai Rp94 miliar. Dana tersebut diduga ditransfer ke berbagai perusahaan seperti PT BMG, PT PHN, PT NBM, beberapa perorangan, bahkan ada yang masuk ke Koperasi Garadaikasa Nusantara.

Jendik mengaku arus kas lembaga terkuras habis. “Saya belum tahu aliran uang ke koperasi Garudayaksa. Semua pembayaran pinjaman sudah ditransfer ke rekening peminjam,” ujarnya, Senin, 18 Desember 2023.

Informasi tersebut dibantah Ketua Umum Gerindra Jawa Tengah dan Sekjen Garudayakasa Nusantara Sudaryono. “Jika Koperasi Garadayakasa Nusantara dan PT Boga Halal Nusantara serta PT Panganjaya Halal Nusantara dikatakan menerima uang dari BPR Jepara Artha, itu fitnah serius,” ujarnya.
Artikel selanjutnya..

Pilihan Redaksi: OTT KPK, Empat Pejabat Malut Terbang ke Jakarta



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *