Teten Masduki menjelaskan bahaya media sosial yang sekaligus bisnis sosial.

Bisnis236 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaMenteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki Hal ini juga menjelaskan bahaya media sosial. Bisnis sosial. Salah satu dampaknya adalah kurangnya pemasaran. Pasar Tanah Abang. Menurut dia, penyebabnya karena belum ada strategi nasional terkait transformasi digital dan belum ada badan yang mengendalikannya.

Oleh karena itu, para menteri tidak punya referensi, padahal transformasi digital melibatkan banyak aspek, ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu, 16 September 2023.

Teton Ia menilai Indonesia terlambat dalam menguasai platform digital Perdagangan elektronik Dan Bisnis sosial. Akibatnya, negara ini dipimpin oleh platform digital global. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan produsen di Indonesia kekurangan kemampuan teknologi digital. Aplikasi digital untuk membantu rantai pasokan “UMKM-nya masih sedikit,” kata Teten.

Situasi ini tidak menambah kue perekonomian di sektor ini, namun di sisi lain justru menimbulkan perpecahan. “Karena itu, pasar Luring Seiring meninggalnya Tanah Abang. Produk UMKM oleh On line Tidak mungkin bersaing dengan produk impor,” kata Teton. Padahal, lanjut Teten, penjualnya 80 persen On line Ini terutama menawarkan produk dari China.

Ini merupakan salah satu aplikasi yang diharapkan bisa menghantam UMKM. TIK tok Membelinya. Sebab, banyak impor murah yang diduga membagikan video pendek di layanan media sosial. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hassan atau Zulhas menegaskan TikTok tidak boleh disamakan dengan media sosial dan kegiatan sejenisnya. Bisnis sosial.

“Anda tidak dapat memiliki satu keinginan. Oleh karena itu, ini adalah media sosial Bisnis sosial. Yang lain akan mati, kata Zulhas saat ditemui di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Senin, 11 September 2023.

Zulhas menjelaskan, TikTok berfungsi sebagai media sosial dan. Bisnis sosial, produk yang dihasilkan oleh UMKM mungkin kurang kompetitif. Alasannya Bisnis sosial Algoritme memungkinkannya Pengetahuan pasar Mengarahkan pengguna ke produk yang mereka hasilkan. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan harus berkoordinasi dengan beberapa pengambil kebijakan untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga  Tips menghindari jebakan lubang jarum ilegal

iklan

“Ini mau dikendalikan. Banyak yang datang ke saya. Katanya kecantikan datang, SMS datang, fashion datang, yang diserang di tingkat tinggi. Makanya kita reorganisasi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah kini sedang merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Perizinan, Pemberitahuan, Pembinaan, dan Peraturan Pelaku Usaha Perdagangan Secara Elektronik (PPMSE). Menurut dia, revisi aturan tersebut akan dibicarakan dengan Menteri Negara. Menurut dia, sikap dan pembahasan Kementerian Perdagangan terkait aturan ini sudah tegas.

Selanjutnya, akan ada harmonisasi kebijakan setelah mendapat masukan dari kementerian lain. “Kita sudah selesai,” kata Zulhas.

MOH KHORY ALFARIZI | Hatita Muarabhaja

Pilihan Editor: Menteri Bahlil mau datang, warga masih menolak proyek Rempang Eco City.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *