Studi Universitas Toronto: Berhenti Merokok Dapat Memperpanjang Umur

Bisnis32 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Sudah terlambat untuk berhenti merokok. Demikian pesan dari penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Toronto yang baru-baru ini dipublikasikan di phys.org.

Penelitian dipublikasikan di Bukti NEJM 8 Februari 2024 Hal ini menunjukkan bahwa perokok yang berhenti merokok sebelum usia 40 tahun diperkirakan tidak pernah merokok.

Orang yang berhenti merokok pada usia berapa pun memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sama dengan mereka yang bukan perokok, yaitu 10 tahun setelah mereka berhenti, dan setengah dari manfaat tersebut hanya dapat dicapai dalam waktu tiga tahun.

Prabhat Jha, profesor dan direktur eksekutif Pusat Penelitian Kesehatan Global di Unity Health Toronto, mengatakan: “Berhenti merokok sangat efektif dalam mengurangi risiko kematian dan masyarakat dapat memperoleh manfaatnya dengan cepat.”

Studi observasional ini melibatkan 1,5 juta orang dewasa di empat negara (Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Norwegia) yang diikuti selama 15 tahun.

Hasil observasi menunjukkan bahwa risiko kematian perokok berusia 40 hingga 79 tahun hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Artinya, mereka kehilangan rata-rata 12 hingga 13 tahun kehidupan.

iklan

“Banyak orang berpikir sudah terlambat untuk berhenti merokok, terutama di usia paruh baya,” kata Jha. “Tetapi hasil ini menantang anggapan tersebut. Ini belum terlambat, efeknya langsung terlihat dan Anda dapat mengurangi risiko banyak penyakit utama, sehingga menghasilkan kualitas hidup yang lebih lama dan lebih baik.”

Para peneliti menemukan bahwa berhenti merokok dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker. Mantan perokok juga memiliki penurunan risiko kematian akibat penyakit pernapasan, namun sebagian penurunan tersebut mungkin disebabkan oleh kerusakan paru-paru yang tersisa.

Saat ini, terdapat sekitar 60 juta perokok di empat negara yang disurvei dan lebih dari satu miliar perokok di seluruh dunia. Di tahun Tingkat perokok global telah turun lebih dari 25 persen sejak tahun 1990, namun tembakau masih menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah.

Baca Juga  Takut menjadi lajang bisa menimbulkan banyak kebiasaan tidak sehat, lalu kenapa?

Prabhat Jha mengatakan temuan ini harus menambah urgensi upaya pemerintah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin berhenti merokok.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *