Seorang staf Indonesia telah berhasil kembali dari Angola

Bisnis35 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaNasrullah, seorang pelaut Indonesia yang bekerja di kapal kontainer MV Titan, menjalani perjalanan panjang dan sulit untuk pulang ke rumah setelah menjalani hukuman penjara yang berat. Angola (13/3), menurut KBRI Windhoek.

Namun berkat dukungan Konsul Kehormatan RI, tokoh agama seperti Pastor Karno dan masyarakat Indonesia di Luanda, perjalanan pulangnya akhirnya menjadi kenyataan.

Seperti dilansir dari kemlu.go.idPerjuangan Nasrullah dimulai ketika ia dipenjara lebih dari 6(6) bulan di penjara Comarca da Viana karena diduga menikam rekannya yang asal Ukraina. Meskipun pada awalnya dinyatakan bersih karena kurangnya bukti dan yurisdiksi yang tidak jelas, Nasrallah masih berada dalam ketidakpastian. Namun dengan tekad yang kuat dan dukungan hukum yang baik, Nasrallah akhirnya dibebaskan secara permanen pada 7 Maret 2024 oleh Kejaksaan Agung Angola. Sertifikat kemerdekaan menjadi tiket Nasrallah kembali ke tanah air, Indonesia.

Tantangan bagi Nasrullah belum berakhir. Dia harus melawan penyakitnya sebelum dia bisa kembali lagi. Demam tinggi, lemas dan pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nasrallah menderita gejala tipus dan malaria. Pastor Karno segera membawanya ke klinik dokter terdekat untuk berobat dan dirawat. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Nasrullah akhirnya dinyatakan sehat untuk kembali ke Indonesia pada 13 Maret 2024.

Kehadiran Konsul Kehormatan RI Bpk. Vicente dan dukungan masyarakat Indonesia di Luanda sangat penting untuk memastikan repatriasi Nasrallah berjalan lancar. Meski mengalami beberapa kendala, termasuk pemeriksaan imigrasi yang ketat di bandara Luanda, Nasrullah akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Saat dia pergi, rasa terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan tak terbatas kepada Nasrallah menjadi semakin besar. Tak lupa Duta Besar RI Vishnum juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya. Vicente, Romo Carno dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di Luanda atas dukungannya.

Baca Juga  7 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Melewatkan Sarapan Pagi, Ini Menyembunyikan Gula Darah Tinggi

Kisah perjalanan Nasrullah menjadi bukti nyata bahwa tidak ada sesuatu pun yang bisa dicapai tanpa komitmen kuat dan dukungan kuat dari berbagai pihak. Nasrullah diperkirakan tiba di kampung halamannya di Surabaya pada 15 Maret 2024 dan disambut oleh keluarganya. Semoga kepulangan Nasrullah membawa kebahagiaan berlimpah dan kesuksesan bagi ibu pertiwi tercinta.

TEMPO.CO | KBRI Windhoek

Pilihan Editor: Angola berminat membeli alat transportasi buatan Indonesia

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *