Rencana pertemuan Prabowo-Megawatt dan kelanjutan permintaan yang terus meningkat

Bisnis34 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Rumor rencana pertemuan antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin mendekati kenyataan. Kombinasi raka raccabuming Subianto-Gibran.

Insya Allah, kata Puan saat ditanya rencana pertemuan Megawati-Prabowo pada Kamis, 28 Maret 2024 di Kompleks Parlemen Senayan.

Namun, sama seperti Puan yang diundang bergabung ke pemerintahan Presiden Jokowi pada 2019, Puan bungkam soal rencana PDIP ke depan, termasuk kemungkinan diajak bergabung di pemerintahan Prabowo.

Senin, 25 Maret lalu, Sekjen PDIP Hasto Cristiano Megawati mengatakan tidak ada masalah untuk bertemu dengan Prabowo. Namun, dia mengatakan pertemuan itu baru bisa digelar setelah Mahkamah Konstitusi menyatakan hasil perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan Ganjar-Mahfud.

Oleh karena itu, kalau kita bertemu tidak ada masalah, tapi hal yang paling mendasar tetap ditanyakan kepada PDI Perjungan, kata Hasto.

Isu pertemuan Mega-Prabow memunculkan spekulasi masa depan hak mempertanyakan kecurangan pemilu yang pernah diusung Ganjar Prabowo. Sebelumnya, Ganjar menilai terjadi situasi yang tidak biasa pemilu 2024. Ganjar mendorong hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan pemilu.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini mendorong DPR memanggil penyelenggara pemilu. “Benarkah ada situasi yang tidak normal? Jawabannya iya. Benarkah sistemnya terdistorsi? Jawabannya iya. Apakah ada cerita yang tidak sesuai dengan aturan yang ada di masyarakat? Jawabannya iya.” Ganjar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 21 Februari 2024.

Gagasan penghapusan hak menuntut mendapat dukungan kuat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PBB). Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mendukungnya 100%.

Belakangan ini semangat Hak Bertanya semakin memudar. Sekjen PKS Abo Bakar al-Habisi mengatakan, jika memenuhi kriteria, partainya akan mengajukan tuduhan kecurangan pada pemilu 2024.

Baca Juga  3 negara pengekspor senjata terbesar di dunia mendukung Israel

“Kami hanya mempertimbangkan haknya untuk meminta uang muka. Kalau jumlahnya bisa, kami jalani. Kalau tidak, tidak perlu,” kata Aboye saat ditemui di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2024.

Puan Maharani, Ketua DPR, mengatakan penghapusan hak tanya memerlukan dukungan politik.

“Itu hak anggota, kalau bisa bermanfaat ya. Tapi mari kita lihat dulu bagaimana keadaannya di lapangan. Sebagaimana disebutkan dalam Kompleks Parlemen, “Hal ini memerlukan dukungan politik, bukan sekadar kemauan politik.” di antaraKamis 28 Maret 2024.

iklan

Puan mengatakan, belum ada instruksi khusus bagi anggota Unit PDIP di DPR terkait hak bertanya pada Pemilu 2024. “Tidak ada pedomannya, tidak ada apa-apa,” katanya.

Menurut Puan, belum ada langkah yang dilakukan untuk mengeluarkan hak menuntut dalam duopoli Ganjar Pranovo-Mahfud Md. Jika hak bertanya dilepas, Puan, PDIP ingin semuanya berjalan sesuai aturan terkait.

“UU MD3 kan ada aturannya, ada aturannya. Jadi harus diajukan minimal 2 fraksi yang berjumlah 25 orang. Sejauh ini belum ada yang perlu disampaikan,” ujarnya.

Menurut Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, pertemuan Suria Paloh dan Prabowo di Menara Nassdem beberapa waktu lalu menjadi pertanda Nasdem bergabung dengan Aliansi Indonesia Raya (KIM).

“Ini tanda jelas bahwa Nasdaq akan berpihak pada Prabowo,” kata Ujang, Jumat, 22 Maret 2024. waktu.

Menurut Ujang, Prabowo juga mengajak Nasdaq untuk meraih suara terbanyak di DPR. Tujuannya agar kebijakan-kebijakan yang diusung Prabowo nantinya bisa terealisasi. Upaya tersebut, lanjut Ujang, untuk meredam rencana hak mempertanyakan dugaan kecurangan pemilu di DPR.

Dengan mengajukan banding ke NasDem, KIM bisa saja mengingkari hak bertanya karena memiliki suara terbanyak. “Kalau Nasdaq masuk konsorsium, hak menuntutnya hilang,” kata Ujang.

Baca Juga  Jadwal Persicabo 1973 vs Bali United di Liga 1 Pekan 31: Stefano Kugura tak mau menganggap remeh lawan yang terdegradasi.

HENDRIK YAPUTRA | Andi Adam Faturahman Pemberani Danya Paramita | JASMINE PRASETYO

Pilihan Editor: Sinyal Megawati akan bertemu Prabowo sudah mulai terlihat.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *