Puan Maharani siap menyampaikan kepada Ketua KPU soal keputusan peringatan keras DKPP.

Bisnis158 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Partai Rakyat Demokrat Nyonya Maharani Hati-hati menyikapi keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP Mengenai pencalonan Gibran. Rakabuming Raka telah melanggar etika sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto. Dalam putusan tersebut, Ketua KPU Hasim Asiari dan beberapa anggotanya dianggap melanggar etika dengan menerima pendaftaran pasangan tersebut.

Ya, pengawasannya sesuai aturan terkait. Itu saja, kata Puan usai menutup sidang paripurna III sidang 2023-2024 pada Selasa, 6 Februari 2024 di Kompleks Senayan, Jakarta.

Dulu, Ketua DKPP Heidi Lugito, Ketua Komisi Pemilihan Umum, atau Ketua KPU Hasyim Asy’ari melanggar etika dengan menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka yang terdaftar sebagai calon wakil presiden dan ikut pemilu. tahapan.

Dalam keterangan yang ditayangkan di YouTube DKKP pada Senin, 5 Februari 2024, majelis hakim yang dipimpin Heidi Lugito menilai “(para terdakwa) melanggar kode etik penyelenggara pemilu.”

Hasim serta Anggota KPU lainnya Beti Epsilon Idros, Mochamad Afifuddin, Persudan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik dan August Melaz, oleh Demas Brian Wikaxono dalam Nomor 135-PKE-DKPP/XII/2023, Iman Munander B. 136 -PKE-DKPP/XII/2023), PH Harianto (No. 137-PKE-DKPP/XII/2023), dan Rumondang Damanik (No. 141-PKE-DKPP/XII/2023).

Hasim dan Komisioner KPU disebut telah menerima Gibran Rakabuming Rakan sebagai calon wakil presiden pada 25 Oktober 2023. Sebelumnya dalam keterangan tertulis DKPP, para pelapor menilai hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023. Pencalonan peserta pemilu presiden dan wakil presiden…

Sebab, para tergugat tidak merevisi atau mengubah peraturan terkait dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. Mereka menduga tindakan Hasim dan kawan-kawan membuat Gibra bisa ikut dalam proses pencalonan.

Sejumlah kandidat pada Pilpres 2024 pun turut mengomentari keputusan DKPP tersebut. Berikut komentar mereka.

Baca Juga  Sri Mulyani: Rupiah melemah, masih lebih baik dibandingkan baht dan ringgit

Reaksi TKN Prabowo-Gibran

iklan

Wakil Ketua Kelompok Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Habiburokman mengatakan, keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu merupakan persoalan teknis, bukan persoalan substantif. DKPP menilai Ketua KPU Hasim Asiari melanggar etika dengan menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Rakan sebagai calon wakil presiden dan mengikuti tahapan pemilu.

Keputusan ini terkait masalah teknis pendaftaran, saya akan konfirmasi, kata Habiburokman dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Februari 2024. Menurutnya, dia dikenai sanksi karena menjabat Komisioner KPU. Dia dianggap melakukan kesalahan teknis, bukan pelanggaran sebenarnya.

Secara hukum, menurut Habiburokman, substansinya lebih dari sekadar formalitas. “Materinya memenuhi syarat konstitusi dan itulah yang dilakukan KPU saat itu menerima pendaftarannya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, DPD sedang libur saat pendaftaran berlangsung. Oleh karena itu, kata dia, wajar jika KPU tidak bisa berkoordinasi dengan DPD saat itu. “Mau kirim suratnya ke mana, orang DEP-nya tidak ada, di daerah pemilihannya masing-masing,” ujarnya.

Pilihan Redaksi: Mahfud Md Ingatkan PTUN Jangan Main-Main Coba Pemakzulan Anwar Usman

ADIL AL HASAN | Han Revanda Putra



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *