PLN vs pelanggan di Sengkareng, YLKI: pengadilan yang memutuskan

Bisnis269 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Konsumen Indonesia atau YLKITulus Abadi menyayangkan berakhirnya proses negosiasi yang viral di antara mereka PLN Dengan klien di Sengkareng, Jakarta Barat. Disebutkan, denda PLN sebesar Rp 33 juta pada akhirnya ditolak karena permintaan klien untuk mendapatkan waktu pemasangan paling lama.

Tullus mengatakan, keputusan tersebut bisa lebih adil jika pelanggan PLN di Sengkareng terus melakukan perlawanan hingga ke pengadilan. Rabu, 29 November 2023 “Biarkan hakim atau pengadilan negeri memutuskan siapa yang benar,” kata Toulouse.

Terkait hal tersebut, warga Sengkareng yang berhuruf awal SL ini mengaku sudah banyak berdiskusi dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jenderal Ketenagalistrikan (DJK). Mereka berharap dendanya dikurangi, namun ditolak.

SL dan keluarganya dari tahun 2016 hingga Agustus 2023 berjumlah Rp 33 juta. Mereka awalnya mempertanyakan besaran dendanya. Mantan petugas yang membayar denda 17 juta birr terlibat. PLN atas dugaan pelanggaran pemasangan kWh meter model digital untuk mereka. Negosiasi gagal, SL dan keluarganya tetap dianggap bersalah.

Menurut Tullus, PLN harus memberikan sosialisasi intensif mengenai peraturan pengendalian penggunaan listrik atau P2TL yang merupakan langkah hukum bagi pelanggan. “Selain itu, ada risiko jika melakukan pencurian listrik,” ujarnya.

iklan

YLKI telah menerima 17 konsumen yang mengeluhkan masalah PLN pada tahun ini saja. Diantaranya ada 9 orang yang mengeluhkan sanksi PLN karena menjadi korban P2TL.

“Ada pihak yang meminta keringanan rekening sebesar 5,4 hingga 20 juta rubel. Mereka menentang denda PLN dalam kasus ini.”

Pilihan Editor: DKI menghapus sekitar 18 lakh pelajar dari daftar penerima KJP Plus Tahap II 2023.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Penjahat perang bisa dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional, begini proses peradilannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *