Peggy Setiawan Independen Ungkap 4 Hal yang Mencederai Profesionalisme Reserse Polda Jabar.

Bisnis5 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengomentari kemenangan kasus praperadilan. Peggy si wanitaTersangka pembunuhan Vina dan Ikki delapan tahun lalu. Menurut Bambang, pengajuan surat dakwaan sementara yang diajukan Peggy Setiawan membuat masyarakat mempertanyakan kinerja dan hasil penyidikan polisi ke depan.

Dia menilai, kewenangan tinggi yang diberikan daerah membuat hal tersebut terjadi tanpa adanya pengawasan dan pengendalian yang ketat, sistem yang transparan dan akuntabel. Penyalahgunaan kekuasaan (penyalahgunaan kekuasaan) dengan menetapkan seseorang sebagai tersangka. Berbicara pada Senin, 8 Juli 2024, Bambang mengatakan, “Dalam kasus Peggy Setiawan, banyak pihak yang terdampak dengan profesionalisme penyidik ​​kepolisian.”

Dia menilai ada empat unsur cedera dalam kasus ini. Apakah ada sesuatu

Pertama, Peggy adalah korban salah pemenjaraan. Kedua, masyarakat membayar pajak untuk membiayai kepolisian. Ketiga, Bambang menyoroti institusi Polri. Keempat, lemahnya penegakan hukum terbukti dalam kasus ini. “Lembaga yang harus dijaga adalah penegak hukum yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Jabar menolak mengomentari putusan Pengadilan Negeri Bandung yang memenangkan dakwaan pendahuluan terhadap Peggy Setiawan, tersangka pembunuhan Vina dan Iki delapan tahun lalu. Dalam putusan yang dibacakan hari ini, Senin, 8 Juli 2024, Pengadilan Negeri Banding menyatakan penetapan Peggy sebagai tersangka tidak dapat diterima secara hukum.

Kabag Hukum Polda Jabar Combes Nurhadi memberikan tanggapan singkat atas keputusan tersebut. Pihaknya menyatakan menghormati keputusan hakim dan akan mengambil langkah lebih lanjut untuk membebaskan Peggy. Nanti kita bicarakan dulu dengan penyidik ​​agar Peggy bisa dibebaskan, kata Nurhadi usai pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Bandung.

iklan

Pengadilan Negeri (PN) mengabulkan dakwaan awal yang diajukan Peggy Setiawan, tersangka pembunuhan. Vina Dan Eky delapan tahun lalu. Status tersangka Peggy hilang dan polisi diminta segera melepaskannya.

Baca Juga  3 Teratas Dunia: Relawan MER-C Pulang, Pengunjuk Rasa Yahudi, Israel Tantang Amerika

“Tindakan tergugat kami dalam menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah dan berdasarkan asas hukum, menolak dan menolak surat keputusan tersangka,” kata Hakim Tunggal Iman Sulaiman yang membacakan putusan di Pengadilan Negeri Bandung. Pengadilan. Senin 8 Juli 2024.

PENASIHAT KHOIRUNIKMAH

Pilihan Editor: 17 Pegawai KPK Main Judi Online, Novel Basedan: Pelanggaran Berat, Harus Diusut



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *