Para ekonom menyebut program susu gratis yang dilancarkan Prabowo salah sasaran, dan inilah alasannya.

Bisnis164 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaYusuf Wibisono, Direktur Lembaga Penelitian Kependudukan dan Kemiskinan, menanggapi program tersebut Susu gratis Hal itu dijanjikan calon presiden nomor urut 2 Prabu Subianto. Program ini merupakan salah satu janji populis yang paling populer di Pilpres 2024, ujarnya.

Program ini merupakan janji Prabowo untuk mewujudkan Indonesia bebas kemiskinan. Selain susu gratis, Prabowo juga membuat program pemberian bekal makan siang di sekolah dan pesantren, serta dukungan gizi bagi bayi dan balita, serta ibu hamil.

Namun, Yusuf menilai program tersebut salah sasaran. Yusuf kepada Tempo, Kamis, 18 Januari 2024, mengatakan, “Untuk menurunkan stunting, fokus sasaran program adalah anak-anak berusia nol hingga lima tahun yang menderita gizi buruk kronis dan terbukti.

Yaitu pada usia 0-2 tahun atau pada seribu hari pertama kehidupan, yakni zaman keemasan. Saat itu, setelah usia 6 bulan, anak dianjurkan untuk menggunakan ASI atau ASI dan makanan pendamping ASI.

Sedangkan menyediakan susu kemasan bubuk atau cair yang dibuat dengan menggunakan teknologi Suhu yang sangat tinggi (UHT) hanya ditujukan untuk anak di atas 2 tahun. Meski begitu, kata Yusuf, ia tetap memperhatikan kondisi fisik dan kemampuan bayi dalam mencerna susu.

Dalam dokumen visi dan misi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raqqa, program makan siang dan susu gratis ini menyasar 80 juta penerima manfaat, termasuk siswa PAUD, SD, SMP, SMA, dan pesantren. Prospek politik tersebut membuat Gibran mempopulerkan susu UHT kemasan yang diproduksi pabrik-pabrik besar setelah ia kerap membagikan susu gratis kepada masyarakat saat melakukan kegiatan kampanye.

Menurut Yusuf, permasalahan pengurangan hanya bisa diatasi dengan pemberian program top-down seperti makan siang gratis dan susu gratis. Beliau menekankan bahwa sifat dan tingkat kelangkaan antar daerah berarti bahwa langkah-langkah untuk mengatasi kerawanan pangan akan lebih efektif jika diterapkan secara lokal. Caranya dengan memperkuat kapasitas sistem kesehatan daerah, khususnya puskesmas.

Baca Juga  Video Viral, Pengelola Hutan Wisata Mata Kucing Batam Bantah Ditinggalkan Satwa

iklan

Menurutnya, akar penyebab stunting di Indonesia sebagian besar terkait dengan kemiskinan dan kenaikan harga pangan yang berimplikasi pada tidak mampunya individu memenuhi kebutuhan minimum kalori, gizi, dan gizi. Selain itu, masalah penurunan berat badan juga diperparah dengan perilaku konsumsi makanan yang tidak sehat termasuk pola hidup yang salah.

Oleh karena itu, untuk menurunkan prevalensi gizi buruk, Yusuf mendorong pemerintah memperkuat kebijakan pangan murah, khususnya pangan dengan kandungan protein tinggi yang berbasis sumber daya dalam negeri. Selain itu, penguatan kapasitas puskesmas yang menurutnya sangat penting untuk mengubah perilaku dan gaya hidup keluarga penderita demensia. Antara lain dengan mengurangi konsumsi rokok, khususnya konsumsi rokok oleh masyarakat miskin.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tiga bakal calon Pilpres 2024, yakni pasangan Anies Basedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

Masa kampanye pemilu 2024 berlangsung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Setelah masa kampanye akan ada masa tenang pada tanggal 11-13 Februari. Kemudian, jadwal pemungutan suara akan dilaksanakan serentak pada 14 Februari 2024.

Pilihan Editor: Jelang Debat Cawapres, Ini Janji Anis-Gus Emin untuk Mewujudkan Desa Sejahtera.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *