Pabrik Peleburan Nikel Meledak di Morowali, Kementerian Perindustrian meminta perusahaan memenuhi hak para korban

Bisnis285 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaJuru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fabri Hendri Anthony Arif mengungkapkan kesedihannya atas kecelakaan di pabrik smelter nikel milik PT Indonesia Tsinsan Stainless Steel (ITSS). Diberitakan sebelumnya, kejadian di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menewaskan 13 pekerja.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum,” kata Fabri di Jakarta, mengutip siaran pers Kementerian Perindustrian.

“Kami berharap perusahaan memenuhi hak-hak para korban, meninggal atau terluka, pekerja yang terluka.”

Fabri juga mengatakan pemerintah akan mengirimkan tim ke lokasi tersebut, termasuk Kementerian Perindustrian. Perusahaan juga berharap dapat bekerja sama dengan tim investigasi kecelakaan kerja yang dikirim ke lokasi. Sebab, hasil investigasi tidak hanya bisa digunakan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, tapi juga untuk evaluasi perusahaan.

“Sehingga pengendalian dan pengawasan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bisa lebih baik,” kata Fabri. “Dan kami berharap kejadian ini tidak terjadi lagi.”

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Hyani Rumondang mengatakan, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk memantau kejadian tersebut. “Kami sudah mengerahkan pengawas ketenagakerjaan,” kata Hayani melalui pesan WhatsApp kepada Tempo, Minggu, 24 Desember 2023.

PT IMIP dan PT ITSS dapat dikenakan sanksi jika kemudian terbukti melakukan kelalaian terkait kesehatan dan keselamatan kerja (K3). “Iya tentu saja,” kata Hayani saat dikonfirmasi.

iklan

Kronologi kejadian

Media Relations PT IMIP Dedi Kurniawan mengatakan, tungku 41 yang terbakar masih ditutup untuk pekerjaan pemeliharaan. Saat tungku tidak berfungsi dan selama proses perbaikan, ada jelaga atau jelaga yang keluar di dalam tungku dan kemudian bersentuhan dengan bahan mudah terbakar di lokasi.

Baca Juga  Caleg 2024 Berisiko Stres dan Gangguan Jiwa

Dinding kompor runtuh dan sisa bilah logam keluar dan menyulut api. Para pekerja yang berada di sana juga terluka dan meninggal. Hasil penyelidikan penyebab kecelakaan ini memastikan tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diberitakan sebelumnya, kata Deddy.

Peristiwa ini memakan korban jiwa 13 orang, diantaranya 9 TKI dan 4 TKA asal Tiongkok. Selain itu, korban luka berjumlah 46 orang, rinciannya 29 orang dirawat di RSUD Morowali, 12 orang dirawat di Klinik IMIP, dan 5 orang menjalani rawat jalan.

Pilihan Editor: Kerap meledak, semua mixer China di Indonesia wajib diaudit.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *