Nasib serupa juga dialami oleh kampung tua Batam Panau dengan Pulau Rempang.

Bisnis105 Dilihat

TEMPO.CO, BattamPuluhan warga desa tua Panau menggelar aksi damai di depan PT Blue Steel Industrial Park di Kota Batam, Kecamatan Kabil pada Kamis, 30 November, menentang proyek reklamasi lepas pantai ilegal.

Protes hari ini adalah yang kedua, namun proyek tetap berjalan. Mereka memperkirakan proyek tersebut telah berjalan sekitar satu tahun.

Pada protes pertama, perusahaan dan polisi menyetujui serangkaian pertemuan pada bulan November. 6, sesuai permintaan Ferry, perwakilan perusahaan. Namun Ferry menolak diwawancarai.

Restorasi desa pesisir tua

waktu Ia memperhatikan bahwa air laut di tepi desa tua itu gelap. “Kalau kami melaut dengan jaring, jalanya penuh lumpur,” kata Anton, salah satu nelayan setempat.

Pantai itu merupakan tempat memancing. Namun belakangan ini, perusahaan Austria PT Blue Steel Industrial menjadi sasaran pemulihan.

Azmi, warga lainnya, mengatakan sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan dan tak kurang dari 177 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 600 jiwa tinggal di kampung lama tersebut.

M Hasan Deni, warga lainnya, mendukung pernyataan Azmin. Menurutnya, nelayan bisa memperoleh penghasilan 4-5 juta dolar per bulan dari hasil melaut. Namun kini mereka mencari pekerjaan lain sebagai kuli bangunan dan supir taksi online.

Hassan mengatakan bahwa dia dan warga lainnya akan terus berjuang untuk menghentikan praktik tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu membahayakan nyawa mereka. “Saya marah, mana pemerintah kota dan negara, kenapa tidak ada yang mengawasi, ini jelas merugikan. [the area]? Kemarin. [the reclamation project area] Tadinya disegel KKP tapi sekarang segelnya sudah rusak,” kata Hasan.

Pihak perusahaan terkait menolak menunjukkan izin rehabilitasi dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di kampung lama Panau. Saya tahu ini adalah perusahaan palsu karena tidak berlisensi, dan sekarang mereka sudah mulai mengembalikan dananya lagi.

Baca Juga  Greenpeace: Debat Wakil Presiden gagal membahas penyebab krisis iklim

Yogi Ika Sahputra

Pilihan Editor: Warga Rempang di kawasan HPK saat ini belum bisa direlokasi, kata BP Batam.

klik disini Untuk mendapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *