Menurut Anius Baswedan, ketimpangan yang semakin meluas harus diperbaiki.

Bisnis212 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden Aeneas Baswedan mengatakan, kekhawatiran generasi muda yang diungkapkan pada konferensi pemuda Indonesia Reformasi sejalan dengan gagasan koalisi reformasi.

“Kita ingin Indonesia punya kesempatan yang sama. Kesenjangan yang semakin lebar itu harus diperbaiki. Dan sekarang ini menjadi prioritas dalam pengambilan kebijakan,” kata Anius usai menjadi pembicara dalam konferensi di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu. 25 November 2023

Anyes mengatakan perekonomian harus terus tumbuh. Namun ada dua aspek pertumbuhan ekonomi, yakni pemerataan dan keberlanjutan yang harus ditambahkan. Jika perekonomian hanya bisa tumbuh tanpa ketimpangan, maka akan menimbulkan ketimpangan seperti yang terjadi saat ini. “Hanya tumbuh, tapi ekosistemnya rusak sehingga menimbulkan masalah.”

“Masalah yang kita hadapi setiap hari adalah krisis iklim yang luar biasa,” kata Anis. Dia menjelaskan, ide perubahan tersebut diusung oleh calon presiden Anis dan Muhaimin Iskandar. Menurut dia, pendekatan kolaboratif akan digunakan untuk melaksanakan rencana program tersebut.

Pendekatan ini mengajak pemerintah atau masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi, kampus, untuk bekerja sama dalam proses pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, kewenangan yang dipegang pemerintah mengambil kebijakan sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Dan kita bisa menyambut baik inovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh masyarakat sipil,” kata Anis. Ia mencontohkan gagasan Ekonomi Kepulauan yang dikemukakan Direktur Nasional Forum Pelestarian Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Zenzi Suhadi. “Tentu saja penemuan ini dapat diterima oleh pemerintah.”

Menurut Zenzi, Walhi telah berupaya melindungi hak asasi manusia dan sumber daya alam selama 41 tahun. Dalam lima tahun terakhir saja, Walhi mulai dikenal karena lingkungan ekonominya. Berpartisipasi dalam lingkungan ekonomi menumbuhkan kesadaran bahwa setiap perusakan sumber daya alam Indonesia, perampasan hak asasi manusia adalah karena keuntungan ekonomi.

Baca Juga  Seorang staf Indonesia telah berhasil kembali dari Angola

iklan

“Kalau kita ingin menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, menyelesaikan hak-hak masyarakat, kita harus mulai dari perekonomian. Perekonomian ini kita sebut perekonomian nusantara,” kata Zenzi dalam sambutannya. Sebab perekonomian dibangun oleh masyarakat Indonesia yang beradaptasi dengan alam.

Zenzi mengatakan, proses tersebut dilakukan tanpa merusak atau memperbaiki alam. Namun cara kerjanya dengan mengumpulkan hasil alam, mengetahui bentuk dan desain ekosistem alam hingga membentuk kehidupan. Atau yang disebut ekonomi vertikal. “Semakin lama pohon cengkeh tumbuh maka hasilnya semakin tinggi. Tidak memerlukan lahan yang luas,” ujarnya.

Dalam perhitungan Walhi, Zenzi mengatakan jika perekonomian Indonesia dikelola oleh pemerintah, maka dalam jangka panjang pertanian tidak membutuhkan lahan lebih banyak. Setiap ekosistem di Indonesia menghasilkan pola perekonomian yang berbeda-beda.

“Sayangnya, sebagian perekonomian ini tergolong ekonomis bawah tanah. Perekonomian tidak termasuk dalam anggaran negara. Oleh karena itu, kawasan ini tergolong kawasan non produktif. “Fokus budidaya kelapa sawit, hutan tanaman industri, dan tambak,” ujarnya.

Adapun nilai ekonomi masing-masing ekosistem di Indonesia dibandingkan ekonomi ekstraktif lainnya, kata Zenzi, nilai ekonominya lebih dari dua kali lipat. “Kita tidak ingin mengatakan bahwa pembangunan ekonomi kita sia-sia atau gagal. Namun, pembangunan ekonomi kita terbentuk karena tidak memahami alam dan potensi masyarakatnya,” ujarnya.

Pilihan Redaksi: Jokowi Singgung Tingginya Bonus Demografi di HUT PGRI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *