Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan Israel tidak setuju dengan pembayaran pajak Palestina.

Bisnis206 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pertahanan dan Keuangan Israel Hal ini bertentangan dengan tidak adanya sebagian pendapatan pada hari Rabu. pajak Tepi Barat harus diserahkan kepada pihak berwenang. Palestina. Hal ini menyoroti ketegangan yang terjadi pada pemerintah pada saat tentara Israel menyerang Gaza, yang oleh beberapa badan internasional disebut sebagai penjahat perang.

Menteri Pertahanan Yoav Galant menyerukan pembayaran segera atas pendapatan pajak yang dikumpulkan atas nama Palestina di beberapa bagian Tepi Barat yang berada di bawah kendali langsung Israel.

“Negara Israel selalu tertarik untuk menjaga stabilitas di Yudea dan Samaria, dan khususnya pada saat-saat seperti ini,” kata Gallant dalam pidato yang disiarkan televisi. Dia menggunakan istilah yang digunakan oleh orang-orang Yahudi di Israel untuk merujuk pada Tepi Barat, yang mengalami peningkatan kekerasan sejak perang dengan Hamas dimulai tiga minggu lalu.

“Dana ini harus segera ditransfer untuk digunakan oleh metode operasional Otoritas Palestina dan sektor kontra-terorisme,” ujarnya.

“Saya kira sudah sepantasnya kita melanjutkan keputusan kabinet yang telah diputuskan beberapa hari lalu,” ujarnya.

Berdasarkan Perjanjian Perdamaian Sementara, Kementerian Keuangan Israel memungut pajak atas nama rakyat Palestina dan mengirimkannya ke Otoritas Palestina setiap bulan, sehingga membatasi pemerintahan mandiri di Tepi Barat yang diduduki. Namun, selalu ada perbedaan pendapat mengenai perjanjian tersebut.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang partai nasionalis agama garis kerasnya mendapat dukungan signifikan dari pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat, menanggapi dengan mengatakan Gallant telah melakukan kesalahan besar dengan menuntut pencairan uang tersebut.

iklan

Smotrich mengatakan mereka menentang pembayaran gaji sektor publik dan pengeluaran pemerintah lainnya ke dalam dana tersebut. Bahkan, mereka menuduh warga Palestina di Tepi Barat mendukung serangan mengerikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Baca Juga  Jack Doohan mengincar kursi F1 2025

“Saya tidak berniat membiarkan pemerintah Israel membiayai musuh-musuh kami di Yudea dan Samaria, yang mendukung terorisme Hamas dan teroris yang membunuh dan membantai kami,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kedua menteri tersebut berselisih awal tahun ini karena penolakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gallant untuk mereformasi sistem peradilan pemerintah.

Pilihan Editor: Israel membekukan pendapatan pajak Otoritas Palestina karena tidak ingin mengutuk Hamas.

Reuters



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *