Menlu Retno meninggalkan pertemuan G20 untuk memberikan pidato dukungan terhadap Palestina di ICJ

Bisnis94 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno MarsudiMenteri Luar Negeri Retno) meninggalkan pertemuan para menteri G20 Memberikan pidato pada hari Kamis, 22 Februari 2024 di Brazil Palestina Di Mahkamah InternasionalICJ). Ia mengucapkan selamat tinggal pada pertemuan yang belum selesai tersebut dan segera terbang dari Rio de Janeiro dan mendarat di Den Haag pada hari yang sama.

Keesokan harinya, Jumat, 23 Februari 2024, pernyataan pembukaannya di ICJ menyoroti proses pembentukan opini penasehat atau nasihat hukum mengenai akibat hukum dari tindakan Israel terhadap Palestina. Menkeu berbicara di hadapan panel hakim ICJ dan delegasi negara-negara yang hadir.

Atas nama pemerintah Republik Indonesia, saya akan meninggalkan pertemuan G20 di Rio de Janeiro untuk menyampaikan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap suatu isu yang sangat penting dan krusial, ujar Menteri Luar Negeri Retno dalam pidato pembukaannya. Sekitar 30 menit perbincangan.

Seusai pidatonya di ICJ, hal itu kembali ia sampaikan dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag.

“Saya terpaksa meninggalkan pertemuan para menteri luar negeri G20, jadi belum selesai, karena saya harus terbang ke Den Haag untuk menyiapkan kiriman. Deskripsi lisan Indonesia berada di hadapan Mahkamah Internasional.

Menurut keterangan tertulis kepada wartawan, kunjungan mereka ke Rio de Janeiro berlangsung kurang dari 30 jam.

Berdasarkan keterangannya, pesawat tersebut tiba di Den Haag pada Jumat 24 Februari 2024 pukul 13.00 waktu setempat. Ia kemudian bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki pada pukul 14.00 dan membahas isi pernyataan lisan tersebut sebelum dibacakan oleh ICJ.

iklan

Satu jam kemudian, ia membahas situasi di Palestina dan akses bantuan kemanusiaan di Gaza dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.

Baca Juga  Kebakaran pabrik kosong di Depok pagi tadi, diduga akibat pembakaran sampah.

“Hal utama yang saya lakukan dengan kedua menlu adalah membandingkan catatan poin-poin penting dalam pidato mereka untuk memperkuat perdebatan bersama,” ujarnya.

Sebelumnya pada pertemuan G20, Retno meminta para menteri luar negeri yang hadir meningkatkan dukungan terhadap Palestina. “Penting untuk mengangkat isu ini di G20 mengingat seluruh anggota tetap Dewan Keamanan adalah anggota G20,” ujarnya dalam keterangannya kepada media, Kamis.

“Penduduk Gaza hidup di tengah kebrutalan Israel, dan berisiko mengalami genosida. “Saya tegaskan kepada negara-negara G20 bahwa ini bukan hanya bencana kemanusiaan tapi juga mimpi buruk geopolitik,” ujarnya.

Pilihan Editor: Menlu Retno soal Palestina di ICJ: Perundingan tembak-menembak bukan perundingan!

Nabila Azahra



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *