Mengapa Titanic tenggelam? Berikut penjelasannya.

Bisnis165 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaKecelakaan kapal Raksasa Ini tetap menjadi salah satu kisah paling terkenal dan tragis dalam sejarah maritim.

Titanic adalah kapal mewah asal Inggris yang tenggelam pada pelayaran perdananya pada 14-15 April 1912, dalam perjalanan dari Southampton, Inggris menuju New York City, Amerika.

Dari 2.200 penumpang dan awak kapal, hanya 705 yang selamat ketika Titanic menabrak gunung es di Atlantik Utara dan tenggelam.

Dengan desainnya yang elegan dan dianggap sebagai kapal yang tak terkalahkan, banyak orang bertanya-tanya mengapa kapal megah ini tenggelam begitu cepat dan tragis.

Titanic membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk tenggelam. Pembuat kapal mengatakan jika terjadi kecelakaan, kapal harus tetap mengapung minimal 2-3 hari.

Tabrakan es bukan satu-satunya penyebab tenggelamnya Titanic. Mengapa Titanic tenggelam? Inilah alasannya.

Penyebab tenggelamnya Titanic

1. Tabrakan dengan gunung es

Di tahun Pada tanggal 14 April 1912, Titanic bertabrakan dengan gunung es di Samudera Atlantik Utara. Meski berbagai upaya dilakukan untuk menghindari tabrakan dengan pesawat, Titanic tetap saja bertabrakan dengan gunung es.

Kecepatan kapal yang tinggi dan kegagalan untuk memperhatikan peringatan es menyebabkan kapal menabrak sisi kanan kapal dengan es. Dampak tabrakan tersebut merusak struktur kapal, membuka beberapa kompartemen perairan dan memulai proses tenggelamnya kapal.

Merujuk pada Britannica, awalnya gunung es tersebut diduga menimbulkan luka panjang pada lambung kapal.

Namun, setelah para ilmuwan memeriksa puing-puing tersebut, mereka menemukan bahwa dampaknya menyebabkan serangkaian gas tipis, serta retakan dan pemisahan di mangkuk yang berdekatan, menyebabkan air membanjiri Titanic.

2. Bahan pembuatan kapal

Pasca tenggelamnya kapal Titanic, dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengambil jenazahnya kapal serta dokumen-dokumen dalam catatan pembuat kapal.

Baca Juga  Peserta UTBK SNBT 2024 Unage dilarikan ke rumah sakit, pingsan karena asam lambung

iklan

Material konstruksi Titanic, terutama bagian bawahnya diketahui terbuat dari baja. Meski dianggap kuat, logam ini dianggap tidak cukup kuat untuk menahan benturan langsung dengan es.

Selain itu, ada spekulasi bahwa baja yang digunakan untuk membuat Titanic berkualitas buruk atau memiliki retakan yang lemah. Akibatnya, beberapa bagian logam di bawah kapal mengalami retakan dan retakan sehingga membuka celah air.

3. Waktu respons yang terlambat

Usai kapal bertabrakan dengan gunung es, awak kapal dinilai terlalu lamban dalam merespons permasalahan tersebut.

Meskipun kapten kapal berupaya sebaik mungkin untuk memperlambat kecepatan, bobot dan kecepatan Titanic yang sangat besar masih bergerak dengan kecepatan tinggi ketika menabrak gunung es.

Dikutip dari Simscale Dampak kecepatan tinggi inilah yang menjadi akar penyebab terjadinya kecelakaan. Ketika Titanic bertabrakan dengan gunung es, baja dan perlengkapan besi kapal rusak karena “patah getas”.

Seringkali, pada material struktur yang umum digunakan, benturan dengan kecepatan sangat tinggi akan mengakibatkan patah tanpa meleleh (atau deformasi plastis).

Hal ini merupakan kegagalan material struktur yang signifikan, penyebabnya adalah temperatur rendah, beban impak tinggi, dan kandungan sulfur tinggi.

Mereka melihat RIZKI DEWI

Pilihan Editor: 26 Tahun Lalu Film Titanic Resmi Dirilis, Ini 7 Fakta Spesialnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *