Makan Siang Gratis Prabowo Butuh 6,7 Juta Ton Beras Per Tahun, Akankah Harga Beras Makin Mahal?

Bisnis93 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Gabungan Industri Beras Rakyat (KIBAR) Syaiful Bahari, program makan siang gratis Dikandung Prabowo– Gibran membuat kekacauan pasokan beras di pasar. Akibatnya, harga beras menjadi sangat mahal dan persediaan produk di pasaran terbatas.

Pasalnya, kebutuhan beras untuk program makan siang gratis ini mencapai 6,7 juta ton per tahun. Jumlah beras tersebut setara dengan sepertiga produksi beras Pulau Jawa yang rata-rata mencapai 20 juta ton per tahun. Padahal, Pulau Jawa merupakan penyumbang beras terbesar dan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

“Jika 6,7 ​​juta ton digunakan untuk program pangan gratis, pasti akan mengganggu pasokan beras di pasar; Dampaknya akan membuat harga beras semakin mahal dan murah,” kata Saiful dalam keterangannya. waktu Sabtu, 24 Februari 2024

Dia menyamakannya dengan pemrograman. Asisten sosial Beras oleh pemerintah. Ketika pemerintah mengambil beras tidak lebih dari 200 ribu ton, meski didukung beras impor, harga beras berfluktuasi.

Lebih lanjut, Siaiful mengatakan program ini akan mencakup produksi beras dalam skala nasional. “Maka beras akan menjadi komoditas langka dan mahal. Kalau ini terjadi pasti impor,” ujarnya.

Selain itu, Syaiful menilai program ini menimbulkan diskriminasi terhadap masyarakat Indonesia. Karena berbagai alasan, program pangan gratis yang direncanakan membina 82,9 juta warga miskin harus membeli beras dengan harga mahal untuk 179 juta warga.

iklan

“Ini inkonstitusional, artinya melindungi sekelompok warga negara dan mengorbankan hak mayoritas warga negara untuk mendapatkan kesetaraan akses terhadap pangan yang terjangkau,” kata Syaful.

Menurutnya, program pangan gratis tidak ada kaitannya dengan swasembada. Faktanya, apa yang terjadi berdampak pada produksi, pasar, dan struktur harga di dalam negeri yang semakin diskriminatif.

Baca Juga  Dibintangi Park Bo Young, simak sinopsis Daily Sun Dose

Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok Kampanye Nasional Budiman Sudjatmiko sebelumnya mengatakan, program makan siang dan susu gratis ini akan menghasilkan beras sebanyak 6,7 juta ton per tahun, ayam 1,2 juta ton per tahun, sapi potong 500 ribu ton per tahun. tahun, 1 juta ton ikan per tahun, berbagai kebutuhan sayur dan buah, dibutuhkan susu sapi segar sebanyak 4 juta kilometer per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan program ini, pemerintah nantinya akan menggunakan konsep tersebut Pertanian kooperatif melibatkan industri pangan nasional. Desa ini juga diandalkan sebagai tempat pembuatan barang dan makanan untuk minum makan siang dan susu gratis. “Dari total 74.961 desa, diperkirakan sekitar 10.000 desa dapat dilibatkan dalam produksi beras untuk memenuhi kebutuhan program ini,” kata Budiman.

Pilihan Redaksi: Makan Siang dan Susu Gratis Masuk APBN 2025, Dahnil Anzar: Prabowo Bisa Tancap Gas



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *