Mahfud Md menyerahkan penyerahan isi artikel akademis tersebut ke Mahkamah Konstitusi untuk perkara pemilu

Bisnis26 Dilihat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Nomor induk calon wakil presiden nomor 03 Mahfud MD Dia menyatakan timnya siap mengirimkan kasus dugaan tersebut. Penipuan pemilu 2024 untuk Mahkamah Konstitusi atau MK. Hal itu disampaikan setelah Komisi Pemilihan Umum atau KPU mengumumkan hasil pemilu 20 Maret 2024.

“tunggu sebentar Menunggu Keputusan KPU. Tanggal sidang MK harus dicantumkan, kata Mahfud di rumah artis But Kertaredjasa di Kasihan, Bantul, Senin, 11 Maret 2024.

Mahfoud mengatakan, dirinya membaca naskah akademik setebal 101 halaman yang disiapkan timnya. Menurutnya, ia tidak perlu memberikan masukan baru karena naskah akademik sudah menangani seluruh masukan tersebut.

Mahfoud mengaku memberikan masukan mengenai penyalahgunaan kekuasaan di bidang anggaran, penyalahgunaan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara, pelanggaran keuangan negara, korupsi, kolusi dan nepotisme, serta penyalahgunaan bantuan sosial.

Terkait tudingan kecurangan pemilu, Mahfud mengaku mendapat persetujuan dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Megawati meminta semua pihak serius mengawasi hak angket dan kecurangan dalam pemilu Mahkamah Konstitusi 2024.

iklan

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menemui Megawati bersama sejumlah pengacara, aktivis antikorupsi, dan aktivis demokrasi di rumah Megawati di Jalan Teku Umar, Jakarta Pusat pada Jumat sore, 8 Maret 2024.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Demokrasi Keadilan Ganjar-Mahfud Todung Mulia Lubis berharap hakim Mahkamah Konstitusi mengkaji tuntas perdebatan hasil pemilihan umum (PHPU). Seharusnya Mahkamah Konstitusi mengkaji perdebatan hasil pemilu mulai dari tahap pra-pemungutan suara, tahap pemungutan suara, hingga tahap penghitungan suara. Todung mengatakan uji coba komprehensif ini diperlukan untuk memeriksa dugaan kecurangan pemilu yang terkoordinasi dan sistematis.

Pilihan Redaksi: Mahfud Md mengungkapkan sempat bertemu dengan Megawati terkait hak menuntut

Baca Juga  Prof UGM: Kecerdasan buatan dan big data bisa mempercepat pengembangan obat baru.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *