Lahan yang akan dipinjamkan ke Perkebunan Udang, Pemda Sumba Timur meminta pekerja lokal diprioritaskan

Bisnis155 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPemerintahan Negara Bagian Sumba Timur Penandatanganan perjanjian kerja sama peminjaman lahan seluas 500,08 hektar untuk pengembangan proyek di Waingapu. Perkebunan Udang atau tambak udang modern oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta, Selasa 6 Februari 2024. “Sudah ditandatangani,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumba Timur Marcus, Jumat, 9 Februari 2024.

Menurut Marcus, kebutuhan lahan untuk tambak udang seluas 3.700 hektare. Sisa lahan Hak Guna Usaha (HGU) adalah milik PT Ade Agro Industri. “Dulu untuk budidaya kapas, lalu untuk budidaya jagung, dan terakhir untuk budidaya sorgum. Tidak semua hektar ditanami, banyak diantaranya, termasuk lahan Pemda yang tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Dalam perjanjian penggunaan lahan, Pemerintah Daerah Sumba Timur KKP meminta penggunaan tenaga kerja lokal dimasukkan sebagai prioritas. “Putra-putri Sumba Timur sudah kami kirim ke Politeknik Asa milik KKP,” ujarnya. Terdapat sekitar 300 anak Sumba Timur dalam 4 tahun terakhir di 10 politeknik perikanan milik KKP. “Di Sumba Timur juga ada kampus yang memiliki program penelitian perikanan. Kami menyekolahkan anak-anak Sumba di sana.”

Selain teknis perikanan, Markos menjelaskan kuota aparat keamanan bisa diambil dari masyarakat Sumba Timur. “Jika spesifikasi yang dibutuhkan tidak tersedia di Sumba, bisa menggunakan tenaga kerja dari luar,” ujarnya.

Dirjen Budidaya Perikanan KKP, TB. Menurut Bapak Heru Rahyu, Program Perkebunan Udang ini dimulai untuk mencapai tujuan menghasilkan 2 juta ton udang per tahun. Dalam Program Perkebunan Udang, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melaksanakan dua proyek: pembangunan proyek percontohan (pemodelan) dan revitalisasi tambak tradisional di 13 kawasan hub produksi udang nasional.

iklan

Pembangunan tambak udang di Sumba Timur merupakan bagian dari proyek percontohan. Menurut Heru, pilot project ini diharapkan dapat menarik minat pihak swasta untuk ikut serta dalam program revitalisasi tambak udang tradisional yang ditargetkan mencakup lahan seluas 9.000 hektare.

Baca Juga  Yamaha MT-09 bersama Gus Paaux Eben dalam misi budaya dari Borobudur ke Berlin

Proyek pemerintah ini mendapat kritik dari lembaga-lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Wahana Pelestarian Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi menilai pembangunan Proyek Perkebunan Udang dapat mengancam ekosistem mangrove. Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Parid Ridwanuddin memiliki konsep yang sama dengan food estate yang terbukti tidak berhasil dan merusak lingkungan.

Parid menjelaskan, perkebunan udang yang dibangun pemerintah akan fokus pada produksi udang vanam. Produk ini dipilih karena memiliki pasar yang tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Lokasi Proyek Perkebunan Udang antara lain Kebumen, Jawa Tengah. KKP kini kembali meresmikan perkebunan udang di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia mengatakan, pembukaan lahan pesisir di Sumba begitu luas sehingga berdampak pada berkurangnya ekosistem mangrove.

IRSYAN Hasim



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *