Lagi-lagi pengungsi Rohingya ditolak oleh Aceh Besar

Bisnis302 Dilihat

TEMPO.CO, Banda AceWarga Desa Ladong, Aceh Besar, Aceh, Senin, menolak kehadiran 137 pengungsi Rohingya di tempat penampungan sosial di desa tersebut.

Armansyah, seorang warga desa, mengatakan bahwa dia dan warga desa lainnya memprotes akomodasi tempat penampungan tersebut karena pengalaman negatifnya dengan pengungsi Rohingya.

“Kami menyambut pengungsi Rohingya pertama ke tangan kami, namun banyak dari mereka berperilaku buruk dan mengganggu warga setempat,” katanya, seraya menambahkan bahwa sebagian besar pengungsi yang tinggal di tempat penampungan telah melarikan diri.

Banyak di antara mereka yang berkonflik dengan warga sekitar, kata Armansyah.

Saat protes, warga menyiapkan pertahanan manusia di depan gerbang Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya Ladong Tuna Sosial Untuk mencegah pengungsi memasuki fasilitas.

Akibatnya, para pengungsi tidak bisa masuk ke shelter Dinas Sosial Aceh.

Penolakan warga sekitar ini merupakan kali kelima sejak kapal migran tiba di pantai Blang Raya pada Minggu, 10 Desember 2023.

Antara melaporkan, pengungsi Rohingya yang sebelumnya ditolak warga Desa Ladong, diangkut dari Taman Sri Rath Safiatuddin, dekat kantor Gubernur Aceh.

Upaya sebelumnya yang dilakukan pihak berwenang untuk menampung pengungsi di tempat penampungan sementara di Lamreh, Asih Besar dan Kamp Pramuka PD juga gagal karena kurangnya penerimaan dari warga setempat.

Petugas Badan Ketertiban Umum Aceh (SATPOL PP) Azantho mengatakan, pihaknya diperintahkan untuk mengangkut para pengungsi ke Desa Ladong untuk tinggal di tempat penampungan sosial.

Para pengungsi harus tinggal di tempat penampungan sosial selama seminggu, katanya.

Dia menambahkan bahwa perwakilan dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga mencapai tempat penampungan sosial.

“Kami mewakili Satpol PP dan Pemerintah Aceh dengan mengangkut pengungsi ke Ladong (tempat penampungan sosial),” kata Azanto.

Baca Juga  Israel telah menarik staf diplomatiknya dari Turki setelah dicap sebagai agresor oleh Erdogan.

Ia mengatakan, sebelum mengirim pengungsi ke tempat penampungan, ia berkoordinasi dengan petugas tempat penampungan untuk memastikan fasilitas tersebut tidak diterima oleh masyarakat karena merupakan administrasi Akeh.

Saat ini, terkait pengungsi Rohingya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah untuk sementara menampung mereka yang sudah masuk wilayah Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi baru-baru ini menyerukan solusi politik atas permasalahan Rohingya yang tidak terpisahkan untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

Pada pertemuan mengenai isu Rohingya yang diadakan di sela-sela Sidang Umum PBB ke-78 di New York, Marsudi menggarisbawahi bahwa masa depan pengungsi Rohingya tidak pasti.

Pada saat yang sama, situasi internasional dan situasi di Myanmar membuat upaya penyelesaian masalah ini menjadi semakin rumit.

“Penyelesaian masalah Rohingya harus menjadi bagian dari penyelesaian krisis politik di Myanmar,” ujarnya.

di antara

Pilihan Editor: Jokowi mengatakan Indonesia akan menampung sementara pengungsi Rohingya.

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *