Kehilangan Bagasi di Penerbangan, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang.

Bisnis128 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Pencurian atau kehilangan bagasi Penerbangan Meskipun statistik pertumbuhan tidak pasti, hal ini baru-baru ini mendapat perhatian. Peristiwa seperti ini sangat merugikan. Selain kerugian materil seperti hilangnya barang berharga, pencurian dalam penerbangan juga dapat mengganggu perjalanan secara keseluruhan.

Nah, bila terjadi pencurian atau kehilangan Bagasi Apa yang harus dilakukan penumpang dalam penerbangan?

1. Laporkan ke pihak maskapai

Langkah pertama adalah melaporkan kerugian tersebut Perusahaan penerbangan secepat mungkin. Hal ini penting karena beberapa maskapai penerbangan memiliki kebijakan khusus mengenai pencurian di dalam pesawat. Hal ini juga memungkinkan maskapai penerbangan untuk menyelidiki dan memberikan bantuan sesuai dengan kebijakan mereka.

2. Mematuhi pedoman Konvensi Montreal

Patuhi juga pedoman Konvensi Montreal. Konvensi Montreal adalah perjanjian internasional yang mengatur tanggung jawab maskapai penerbangan atas kerusakan atau kehilangan harta benda penumpang selama penerbangan internasional. Ini bekerja dari Di tahun Pada tanggal 4 November 2003, konvensi ini telah diratifikasi oleh hampir 125 negara anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, atau ICAO, pada tahun 2016, termasuk Indonesia. Melaporkan insiden-insiden ini sesuai dengan pedoman Konvensi Montreal dapat membantu klaim asuransi dan memperoleh kompensasi yang sesuai.

3. Mengelola Laporan Ketidakteraturan Properti (PIR)

Property Irregularity Report atau PIR merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan untuk mencatat pengaduan terhadap barang yang hilang atau rusak. Dokumen ini sangat penting dalam proses klaim asuransi dan memudahkan komunikasi dengan pihak maskapai mengenai kejadian tersebut.

4. Pencarian bagasi

iklan

Maskapai memerlukan bagasi dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja Garuda Indonesia yang memiliki kebijakan proses pencarian hingga 14 hari. Jika bagasi ditemukan, maka akan diantar ke alamat yang terdaftar di dokumen PIR. Jika tidak maka bagasi akan dinyatakan hilang dan dapat dilakukan tuntutan ganti rugi atau ganti rugi.

Baca Juga  Indonesia mempelopori pembentukan Aliansi Global PBB untuk Melawan Tuberkulosis.

5. Laporkan ke polisi

Selanjutnya, laporkan pencurian tersebut ke pihak berwenang setempat dan dapatkan laporan polisi yang diperlukan. Jika Anda memiliki polis asuransi perjalanan, laporan polisi ini akan menjadi bukti penting dalam proses klaim asuransi.

6. Hubungi penyedia asuransi

Setelah langkah awal tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah menghubungi penyedia asuransi dan mengajukan klaim berdasarkan polis asuransi perjalanan. Pastikan Anda memberikan semua informasi yang diperlukan dan mengikuti klaim yang ditentukan oleh penyedia asuransi.

Selain itu, pahami polis asuransi perjalanan dalam hal cakupan, batasan, dan pengecualian. Pastikan asuransi mencakup perlindungan bagasi. Hal ini membantu dalam memahami seberapa besar klaim yang dapat ditangani oleh asuransi.

Putri Annie | Surat harian

Pilihan Editor:



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *