Israel telah mengevaluasi kembali pembatasan memasuki Masjid Al Aqsa selama Ramadhan.

Bisnis159 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Israel sedang mengkaji ulang kemungkinan pembatasan akses. Masjid Al Aqsa Sebelum bulan besar Ramadhan di Yerusalem. Seorang juru bicara pemerintah Israel membuat pengumuman tersebut menyusul laporan beberapa media bahwa beberapa menteri sayap kanan mungkin diabaikan dalam masalah ini.

Al Aqsa merupakan masjid ketiga yang disucikan umat Islam setelah Masjid Agung dan Masjid Nabi. Umat ​​Islam Palestina berharap kali ini tidak ada pembatasan masuk ke Masjid Al-Aqsa Ramadan.

Masjid Al Aqsa merupakan tempat suci bagi umat Yahudi karena merupakan bagian dari dua kuil tertua yang tersisa di sana. Masjid Al Aqsa berada di bawah kendali pemerintah Israel dan wilayah tersebut sangat rentan terhadap konflik atau perubahan politik selama Ramadhan.

Perdana Menteri Israel Itamar Ben-Givir mendapat tekanan hingga akhir pekan lalu dengan mengatakan akan ada kuota hingga 20 persen bagi Muslim Palestina yang ingin salat di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan. Namun, setelah pernyataan tersebut dipublikasikan, kewenangan Ben-Gavir dicabut.

Namun, dengan adanya perang di Gaza, Israel dapat membatasi jumlah jamaah yang boleh salat di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan dan hanya jika diperlukan. Banyak warga Palestina menentang larangan tersebut, yang membatasi akses ke al-Aqsa.

“Ini adalah seruan kepada rakyat Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat untuk berbaris ke Masjid Al-Aqsa pada hari pertama Ramadhan,” kata Ketua Hamas Ismail Haniyeh.

iklan

Juru bicara pemerintah Israel Tal Heyrich mengatakan seruan Haniyeh sangat disesalkan dan menuduhnya berusaha memaksakannya. Israel Dan Palestina akan saling berhadapan dalam perang. Dia yakin Israel akan melakukan apa pun untuk menstabilkan keadaan. Puasa Ramadhan tahun ini akan jatuh pada tanggal 10 Maret 2009.

Baca Juga  Mehub Budi Karya meninjau terminal Luipanjang sebelum diresmikan oleh Presiden Jokowi

Sumber: monitor timur tengah.com



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *