IPW: Menentukan tersangka ledakan tungku smelter seharusnya tidak sulit

Bisnis273 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Indonesian Police Watch atau IPW Sugeng Teguh Santoso menilai seharusnya polisi bisa menetapkan tersangka kasus tersebut. Ledakan tungku peleburan Dimiliki oleh PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Saat dihubungi, Jumat, 26 Januari 2024, Sugeng mengatakan, “Seharusnya tidak terlalu sulit, ini perkara yang sangat sederhana.”

berdasarkan Dingin, polisi bisa melihat ledakan yang menewaskan 21 orang itu dari berbagai sudut. Salah satunya adalah apakah tingkat peralatan produksi yang digunakan berada di bawah standar keselamatan dan ada orang yang terluka.

Jadi ini bisa dikatakan kejadian karena kelalaiannya mengakibatkan meninggalnya orang. Setidaknya berlaku Pasal 359 KUHP, kata Sugeng.

Sugeng mengatakan, kelalaian bisa mengarah pada pihak-pihak mulai dari direksi atau kontraktor peralatan hingga calon tersangka. Menurut dia, salah satu penanggung jawab seharusnya bisa memperkirakan kelayakan peralatan atau mesin peleburan tersebut.

Sugeng menjelaskan, ketika mesin tersebut ditemukan tidak layak pakai namun tetap dioperasikan, menimbulkan korban jiwa.

“Jika ditemukan kerusakan dan tidak diperbaiki maka dapat membahayakan nyawa, namun pelakunya dapat diancam dengan Pasal 338 yang mengatur tentang pembunuhan,” kata Sugeng.

iklan

Sebelumnya, peristiwa ledakan terjadi pada Minggu, 24 Desember 2023 saat tim teknisi sedang melakukan perawatan pada smelter. Kepala Hubungan Media PT IMIP Dedi Kurniawan mengatakan, penyebab ledakan diduga karena bagian bawah tungku masih berisi cairan pemicu ledakan.

DD juga menjelaskan, di lokasi tersebut terdapat beberapa tabung oksigen yang digunakan untuk mengelas dan memotong bagian tungku. Akibatnya, ledakan pertama memicu ledakan tabung oksigen di kawasan tersebut, ujarnya.

Pilihan Editor: Polisi memeriksa Ayman Vitjakson selama 12 jam, mengajukan 59 pertanyaan dan menyita ponsel

Baca Juga  Idul Fitri, Bahlil Lahadiya mengatakan urusan politik sudah selesai



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *