Hidrogen hijau dikatakan sebagai bahan bakar masa depan.

Bisnis153 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan produksinya Hidrogen Hijau atau Pabrik hidrogen hijau Digadang-gadang bisa menjadi bahan bakar alternatif di Indonesia. Bahan bakar ini dikatakan ramah lingkungan.

Rencana ini dikeluarkan setelah kelulusan 21 kelas Pabrik hidrogen hijau Informasi tersebut disampaikan langsung oleh General Manager PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan (PGU) Priok, Subawa Putra, tepatnya pada akhir bulan lalu, 20 November 2023 di beberapa wilayah di Indonesia.

“Di luar negeri banyak mobil hidrogen dan kita harus memulainya di Indonesia. Jadi kita mulai dari mana? Ini pasokan atau ekosistem yang dibangun di hulu, ada pabrik hidrogen hijau, lalu di hilir, mereka membangun pompa hidrogen atau bahan bakar hidrogen. Stasiun ( HRS)” Dia menyebutkan di antara.

Subawa lalu berkata. Hidrogen hijau Dibandingkan dengan baterai dan bahan bakar kendaraan listrik, ini merupakan bahan bakar yang sangat irit. Menurut dia. Pabrik hidrogen hijau Ini merupakan energi yang menjanjikan di masa depan.

“Produksi komersial per kilometernya 21. Pabrik hidrogen hijau Tarifnya Rp 355 per km. Sedangkan perhitungan kami di EV (kendaraan listrik) Rp 370 per kilometer dan mobil BBM Rp 1.600 per kilometer, jelasnya.

“Saya kira ini merupakan kekuatan yang sangat menjanjikan ke depan. Kami berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan. Pabrik hidrogen hijau “Ini untuk transportasi dan pembangkitan,” tambah Subawa.

iklan

PLN menyatakan akan segera membangun stasiun hidrogen untuk kebutuhan transportasi di Senayan, Jakarta. Subawa menjelaskan, produsen mobil saat ini sedang menunggu stasiun hidrogen untuk memproduksi mobil hidrogen di Indonesia.

“Dalam waktu dekat mungkin satu hingga dua bulan lagi akan diluncurkan. Ini akan menjadi yang pertama menggunakan hidrogen untuk kebutuhan transportasi,” ujarnya.

Baca Juga  Afrika Selatan meminta ICJ mempertimbangkan serangan Israel di Rafah.

“Produsen mobil sedang menunggu stasiun hidrogen. Setelah itu, mereka akan mulai memproduksi mobil hidrogen di Indonesia,” ujarnya.

Pilihan Editor: Ahmed Sahroni gagal mengikuti lomba sprint untuk Porsche di Indonesia

Ingin mendiskusikan artikel di atas dengan editor? Datang dan bergabunglah keanggotaan.tempo.co/komunitas Pilih grup GoOto



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *