Guna meningkatkan populasi badak jawa, TNUK menggelar pelatihan transit dan translokasi.

Bisnis169 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaBalai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) melakukan pelatihan pemantauan dan konversi Badak Jawa (Badak sondaicus). Pelatihan ini dilakukan kepada petugas Balai TNUK untuk meningkatkan jumlah badak jawa.

Menurut informasi dari website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, populasi badak jawa saat ini di alam liar kurang dari 100 ekor. Spesies ini terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah atau Critically Endangered dalam Daftar Merah IUCN. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu-satunya habitat badak jawa yang tersisa.

Pelatihan orientasi dan konversi ini dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 12 Februari 2024 di Suaka Badak Sumatera. Taman Nasional Jalan Kambas atau SRS TNWK, Lampung. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk membentuk tim lintasan dan translokasi badak jawa.

Kepala aula TNUKArdi Andono mengatakan pelatihan pelacakan dan translokasi penting untuk konservasi dan perlindungan populasi badak jawa. Tujuan lainnya adalah untuk mendukung program Kawasan Penelitian dan Konservasi Badak Jawa (JRSCA), untuk mencegah badak jawa keluar dari habitatnya di TNUK.

iklan

“Banyak personel dari TNUK, mitra YAABI dan mitra ALeRT yang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menelusuri jalur badak jawa dari semenanjung TNUK hingga JRSCA serta menyadari pentingnya populasi badak jawa di TNUK,” kata Ardi Andono, Minggu Februari. 11 Agustus 2024.

Ardi mencontohkan keberhasilan TNWK dengan menambah wawasan mengenai populasi badak sumatera. Kesuksesan TNWK bisa kita tiru dengan memperbanyak jumlah badak sumatera di TNUK sehingga upaya perlindungan badak jawa bisa terus dilakukan, kata Ardi.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Ingin tampil dengan busana batik? Yuk, simak inspirasi Obi Belt dan Homemade Daster ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *