Greenpeace: Debat Wakil Presiden gagal membahas penyebab krisis iklim

Bisnis408 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta

Debat calon Wakil Presiden dilaksanakan pada Minggu, 21 Januari 2024 dengan mengusung tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, pertanian, masyarakat adat, dan desa. Namun Greenpeace Indonesia menilai kegagalan mereka dalam mengidentifikasi calon wakil presiden. Penyebab utama krisis iklim adalah perubahan iklim dengan penggunaan lahan dan sektor energi dengan penggunaan batu bara.

“Sejak debat tadi malam, kita melihat ekonomi ekstraktif masih menjadi salah satu visi calon presiden dan wakil presiden. Calon wakil presiden 02 Gibran Rakabuming Raqa juga menggemakan ekonomi ekstraktif dengan menggaungkan isu nikel dan nikel. aliran arus, sedangkan calon wakil presiden 01 Muhaimin Iskandar dan calon wakil presiden 03 Mahfud M. .D., Ketua Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan kepada Tempo, Senin, 22 Januari 2024, melalui keterangan tertulis: ” Mereka juga belum menyatakan komitmennya untuk melepaskan diri dari pola yang sama.”

Menurut Leonard, perilaku perekonomian pemerintah menimbulkan banyak permasalahan. Dari ketimpangan penguasaan dan penggunaan lahan hingga berbagai konflik pertanian, pelanggaran hak etnis, penggundulan hutan. Terkait isu reforma agraria, para calon wakil presiden tidak membahas penyelesaian konflik agraria yang timbul akibat Proyek Strategis Nasional (PSN). Calon Wakil Presiden 02 dan 03, misalnya, hanya sebatas membahas soal sertifikasi dan rencana redistribusi tanah tanpa menyentuh sumber permasalahannya. Berdasarkan data Konsorsium Reforma Agraria, akan terjadi 42 konflik agraria di PSN pada tahun 2023.

Menurut Leonard, ketiga calon wakil presiden tersebut berjanji melindungi masyarakat adat dan wilayah adat, termasuk dengan mengesahkan Undang-Undang Penduduk Asli Amerika. Jenis kata ini selalu digunakan dari pemilu ke pemilu. Namun keengganan politik presiden dan pendukungnya selama ini menunjukkan bahwa mengakui dan melindungi penduduk asli tidak ada artinya. “Tanpa mencabut UU Kewirausahaan dan mengakhiri penguasaan PSN atas wilayah Adat, harapan tersebut hanya akan menjadi omong kosong belaka,” ujarnya.

Baca Juga  8 Bahaya Pakai Sepatu Basah Saat Hujan, Bisa Tertular Infeksi

Menurut Leonard, habitat asli terus terkikis akibat pembukaan lahan dan penggundulan hutan. Ia mengatakan, pernyataan cawapres 01 tidak memberikan solusi terhadap permasalahan reboisasi untuk mengatasi deforestasi. “Kerusakan akibat deforestasi, termasuk yang terjadi di Food Estate Gunung Mas di Kalimantan Tengah, tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanaman. Reboisasi pada hutan yang terdegradasi harus dilakukan. Namun yang terpenting adalah menghentikan deforestasi.”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *