Estu Pradhana The Blackstones sudah mati, sekali lagi: teman musisi pejuang

Bisnis305 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaMusisi dan anggota Blackstone, Istu Pradhana. Bramono meninggal dunia pada Jumat 15 Desember 2023 di kediamannya, kawasan Jatiwarna, Bekasi. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Dharma Agung, Bekasi Utara.

Istu dikenal sebagai musisi yang peduli terhadap permasalahan sosial politik dan lingkungan hidup. Dia akhirnya terlihat memainkan keyboard di sebuah konser pembongkaran Diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2023 di Stadion Madia, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia Sedunia.

Istrinya tampil di festival musik yang diselenggarakan Amnesty International Indonesia pada Minggu 3 Desember 2023 di Posblock, Pasar Baru, Jakarta. Dalam acara ini, Istu dari Sekali lagi Dan Fejar Merah dan Usman dan Hajar Aswad.

Selamat pagi musisi pejuang ESTU. Suatu kehormatan bisa bersama Tu. Beristirahatlah dalam damai selamanyaBegitu Mekele menulis di Instagram pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Istu Pradhana, musisi yang peduli terhadap hak asasi manusia dan lingkungan hidup

Selain memainkan lagu-lagu komentar sosial, istrinya juga tergabung dalam band. Batu hitam Bersama musisi solo Fejar Merah, hadir pula putra vokalis Wiji Thuul, mantan vokalis Dewa Once Again, dan gitaris blues Gugun Blues Shelter.

Usman HamidVokalis sekaligus aktivis hak asasi manusia The Blackstones ini merupakan musisi multitalenta yang berkomitmen terhadap isu hak asasi manusia, anti korupsi, dan lingkungan hidup.

“Estu sering khawatir dengan kondisi musik di Indonesia. Selain terus berkarya untuk isu-isu yang menjadi perhatiannya, ia juga berupaya mendorong kebijakan arsip nasional tentang sejarah musik Indonesia. “Ini merupakan kerugian besar bagi para aktivis dan musisi,” kata Usman seperti dikutip dalam siaran persnya. waktu Sabtu, 16 Desember 2023.

Baca Juga  ASITA mengadakan konferensi nasional di Batam yang diharapkan dapat menghadirkan inovasi pariwisata baru

Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Istu Pradhana

iklan



Istrinya lahir pada 17 Februari 1977 dan meninggal pada usia 46 tahun. Ia meninggalkan istrinya Anak Agung Rai Puspa Devi dan empat orang anaknya, Sang Agung Raditya Prawara (27), Leandra Sasmita (24), Indira Larin Natasha (23) dan Kikanka Bramantia (10).

Sejumlah pelayat di pemakaman tersebut antara lain para anggota Hajar Aswad antara lain Istu Pradhana Bramono (keyboard), Vicky Risky (drum), Win Dwi Uda (lead gitar), Akbar Kelana Halim (gitar, backing vokal), Kiss. Winarko (bass), Usman Hamid (vokal utama).

Saat pemakaman, salah satu sahabat Istu, Akbar Kelana, mengatakan, “Meninggalnya Istu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, saudara, dan sahabatnya.”

Dia telah menyumbangkan banyak karya musik bersama Blackstones. Dimana kamu, Larung?Dan Gerhana. Lagu-lagu ini tersedia di platform streaming digital seperti Spotify dan Apple Music.

Pilihan Editor: Usman Hamid dan Once Mekkel mendesak penyelesaian kasus penculikan 98 aktivis lewat lagu.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *