Dokter RS ​​Indonesia yang sedih itu menangis ketika keluarganya terbunuh akibat serangan Israel

Bisnis183 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menyerang Israel ke garis GazaDi tahun 7 Oktober 2023 Kekerasan menjadi lebih parah dalam lebih dari dua minggu sejak serangan Hamas. Israel telah membunuh warga sipil dan anak-anak dalam perangnya dengan Hamas.

Dua dokter Palestina muncul dalam video yang beredar di media sosial X, yang dulu bernama Twitter. Rumah Sakit Indonesia Ia menangis ketika mendengar kabar keluarganya tewas dalam serangan Israel. Kedua dokter tersebut adalah Mohamed Al-Ran dan Muyad Al-Ran, kepala departemen bedah rumah sakit Indonesia.

“Menyedihkan! Dua dokter Palestina, Mohammad Al-Ran, kepala operasi di sebuah rumah sakit Indonesia, dan Dr. Muyad Al-Ran, menerima kabar bahwa rumah mereka menjadi sasaran serangan udara Israel,” cuit Doa Muslim.

Keluarga kedua dokter tersebut terbunuh saat sedang bertugas. Dalam video tersebut, salah satu dokter menangis tersedu-sedu dan dihibur oleh teman-temannya.

Sebuah rumah sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza, telah menghentikan operasinya setelah mengalami pemadaman listrik. Sebuah rumah sakit di Indonesia pernah mengalami masalah bahan bakar di daerah ini. Fikri Rofiul Haq, warga negara Indonesia yang menjadi relawan Medical and Humanitarian Institute (MER-C), mengatakan: “Genset tersebut digunakan selama 5 jam karena sudah berjalan selama 2 minggu, dan banyak terjadi permasalahan kerusakan kabel di RSI. .” Di Gaza, saat mereka bertemu. Tempo Selasa 24 Oktober 2023.

Pada Rabu malam, keluarga kepala biro Al-Jazeera Wael Al-Dahdouh kehilangan anggota keluarga dekat yang tewas dalam serangan Israel di Gaza. Istri, putra, putri, dan cucu Al-Dahdu dilaporkan tewas dalam ratusan serangan Israel. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan 21 orang lainnya tewas dalam serangan udara yang sama.

Anggota keluarga Al-Dahdouh lainnya terkubur di bawah reruntuhan, lapor outlet berita. Rekaman yang ditayangkan oleh Al Jazeera menunjukkan al-Dahdouh menangis saat melihat jenazah keluarganya di kamar mayat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Laah.

Baca Juga  Metode pembayaran nirsentuh akan diuji bulan depan.

iklan

Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza mencapai lebih dari 6.500 orang. Banyak korban meninggal karena luka-luka mereka setelah rumah sakit di Wilayah Palestina mulai ditutup.

Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan pada Rabu sore bahwa jumlah korban tewas mencapai 6.546 orang dan 17.439 orang terluka akibat serangan udara dan serangan artileri Israel. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, dan 2.704 anak termasuk di antara korban tewas.

Sebanyak 700 orang tewas dalam 24 jam dari Selasa hingga Rabu, 300 di antaranya adalah anak-anak.

Israel mengebom kawasan tersebut tanpa pandang bulu selama 19 hari berturut-turut setelah Hamas melancarkan serangan mendadak pada 7 Oktober. Banyak orang meninggal karena sistem kesehatan di Gaza runtuh. Israel memberlakukan blokade untuk mencegah aliran bahan bakar dan pasokan medis ke wilayah tersebut.

X | Al Jazeera Berita Arab

Pilihan Editor: Komentar Guterres tentang Hamas menyesatkan, kata Sekretaris Jenderal PBB membuat marah Israel



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *