Bisakah uang membeli kebahagiaan? Berikut penjelasannya

Bisnis250 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Pertanyaan tentang apa yang bisa dibeli dengan uang Kebahagiaan Hal ini seringkali menimbulkan perdebatan yang kompleks dan mendalam di kalangan masyarakat. Beberapa orang percaya bahwa kekayaan materi membawa kebahagiaan, sementara yang lain percaya bahwa kebahagiaan sejati tidak bisa ditentukan oleh uang. Berikut penjelasannya.

Melaporkan dari Psikologi saat ini Uang dalam masyarakat biasanya berkaitan dengan status sosial seseorang. Jadi kalau gajinya naik, maka status orang tersebut naik atau merasa percaya diri.

Bisakah uang membeli kebahagiaan? Menurut studi tahun 2016 yang dilakukan Matz dan rekannya, jawabannya tergantung. Hal ini tergantung pada hubungan antara perilaku dan cara uang tersebut digunakan.

Pada studi pertama, nasabah bank Inggris mengisi ukuran kepribadian, ukuran kepuasan hidup, dan melihat kebiasaan belanja mereka. Individu yang dikecualikan menghabiskan lebih banyak uang untuk aktivitas seperti pergi ke pub. Orang yang sadar menghabiskan lebih banyak uang untuk aktivitas dan produk kesehatan dan kebugaran.

Selain itu, jika peserta penelitian membeli produk yang sesuai dengan kepribadiannya, mereka menunjukkan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Dalam studi kedua, para peserta dinilai berdasarkan ciri kepribadian: introversi dan kemudian diberikan salah satu dari dua sertifikat hadiah untuk toko buku atau jalan-jalan malam di bar.

Orang ekstrovert yang diberi uang untuk bermalam di bar lebih bahagia dibandingkan jika diberi uang untuk membeli buku. Hal sebaliknya terjadi pada penerimaan, mereka lebih senang dengan hadiah sertifikat dari toko buku.

iklan

Berapa banyak uang yang mendatangkan kebahagiaan?

Terakhir, hasil beberapa penelitian mengenai hubungan antara pendapatan dan kebahagiaan menunjukkan bahwa lebih banyak uang membuat orang lebih bahagia, namun hanya sampai pada titik tertentu. Ketika pendapatan seseorang mendekati enam digit, sekitar $100.000 per tahun, kebahagiaan meningkat.

Baca Juga  Kritik Anis terkait proyek strategis nasional ditanggapi Jokowi

Namun, ada satu titik di mana pendapatan tidak meningkatkan kebahagiaan secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dapat membawa kebahagiaan, namun menjadi kaya tidak berarti kebahagiaan itu sendiri.

Di majalah Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial Ia juga menyebutkan bahwa hal itu tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan kebahagiaan. Karena jika Anda melihat kepuasan hidup, cara Anda menilai kehidupan secara umum, Anda melihat hubungan yang sangat kuat antara pendapatan dan kebahagiaan.

Psikologi hari ini
Pilihan Editor: Temukan Slow Living, gaya hidup yang santai namun tidak malas



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *