Berbuka puasa dengan merokok menyebabkan rasa lelah, mual, dan berkurangnya fungsi jantung

Bisnis67 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengimbau masyarakat untuk tidak memahaminya. Berbuka puasa Mengingat merokok, selain relatif lemas setelah berpuasa seharian, juga berdampak buruk bagi kesehatan.

“Setelah berpuasa seharian tentu kita relatif lemas. Oleh karena itu, jika keadaan memburuk karena merokok, maka tidak baik untuk berbuka,” ujar Guru Besar Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran itu. Saat bertemu Universitas Indonesia, di Jakarta, Rabu 20 Maret 2024.

Seseorang Berbuka puasa dengan merokok Untuk kelelahan, mual dan muntah, serta berkurangnya kerja sel-sel tubuh pada jantung dan otot akibat kekurangan oksigen.

Merokok dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit paru-paru kronis, kerusakan gigi dan bau mulut, stroke dan serangan jantung, patah tulang, dan masalah mata seperti katarak. Kanker serviks dan keguguran dan rambut rontok pada wanita.

Tjandra menyarankan masyarakat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan manis seperti kurma, diikuti pola makan sehat dan bergizi, serta tidak merokok.

Momentum Ramadhan untuk berhenti merokok

Ia kemudian mengatakan, puasa Ramadhan bisa menjadi motivasi seseorang untuk hidup tanpa rokok. Selama berpuasa, seseorang dapat melakukan aktivitas tanpa rokok dari pagi hingga malam dan hal ini akan terus berlanjut hingga malam hari ketika ia berhenti merokok.

Artinya, dengan berpuasa Ramadhan ini kita akan mendapat motivasi untuk hidup sehat tanpa merokok, dan membantu kita terhindar dari kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan, karena merokok berbahaya bagi kesehatan kita, kata Tijandra. Menjabat sebagai Direktur Studi Pascasarjana di Universitas YARSI.

iklan

Selain itu, Dinas Kesehatan Dicky Jakarta mengumumkan di laman media sosial bahwa ketika nikotin dalam rokok masuk ke dalam tubuh dan perut dalam keadaan kosong, maka seseorang akan lebih rentan terkena kanker paru-paru.

Baca Juga  5 kebiasaan di tempat kerja yang menandakan Anda mengalami depresi

Nikotin bertahan di dalam tubuh hingga delapan jam. Pada tubuh yang sering merokok, semakin tinggi konsentrasi nikotin dalam tubuhnya, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung.

Sedangkan Kementerian Kesehatan Berdasarkan hasil Global Adult Tobacco Survey-GATS yang dilakukan pada tahun 2011 dan diulang pada tahun 2021, Perokok dewasa aktif mencapai 8,8 juta orang dalam 10 tahun terakhir.

Mengutip survei yang melibatkan 9.156 responden, diketahui jumlah perokok aktif pada tahun 2011 sebanyak 60,3 juta orang dan pada tahun 2021 menjadi 69,1 juta orang. Selain itu, hasil survei GATS menunjukkan peningkatan prevalensi rokok elektrik sebesar 10 kali lipat, dari 0,3 persen (2011) menjadi 3 persen (2021).

Pilihan Editor: Nikmatnya buka puasa bersama 3.000 orang di jalanan Dubai, menunya bubur kanji ala India.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *