Bagaimana Partai Komunis Vietnam akan mengambil keputusan cepat setelah pengunduran diri Presiden Vietnam

Bisnis78 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Partai Komunis Orang Vietnam Pemerintah mengumumkan pada Rabu, 20 Maret 2024 bahwa mereka telah menerima pengunduran diri Presiden Vo Van Tung.

tersebut ReutersPemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Thuong telah melanggar peraturan partai, dan “cacat tersebut berdampak negatif pada opini publik, mempengaruhi reputasi partai, negara dan dirinya sendiri.”

Komite Sentral partai tersebut, badan pengambil keputusan tertinggi di Vietnam yang dikuasai Partai Komunis, menyetujui pengunduran diri Tung setahun setelah pemilihannya.
Meskipun presiden mempunyai peran seremonial, presiden merupakan salah satu dari empat posisi politik tertinggi di negara Asia Tenggara. Panggilan ke kantor presiden pada hari Rabu tidak dijawab.

Bagaimana Partai Komunis mengambil keputusan dengan cepat

1. Keputusan pengambilan keputusan

Para deputi diperkirakan akan meratifikasi keputusan Partai Komunis menjelang sidang luar biasa parlemen Vietnam yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Pernyataan pemerintah tidak merinci kelemahan Tung, namun perubahan kepemimpinan besar-besaran dalam pemerintahan satu partai semuanya terkait dengan kampanye anti-korupsi yang “menyala-nyala”. Meski bertujuan untuk memberantas korupsi yang merajalela, para kritikus menduga hal ini merupakan alat untuk pertikaian politik.

2. Segera menunjuk presiden pengganti

iklan

Ketika mantan Presiden Nguyen Xuan Phuc mengundurkan diri tahun lalu setelah partainya menyalahkan “pelanggaran ringan dan kesalahan” yang dilakukan para pejabat di bawah rezimnya, anggota parlemen membutuhkan waktu satu setengah bulan untuk menunjuk Tung sebagai penggantinya.

Krisis politik yang terjadi saat ini mungkin akan teratasi ketika presiden baru terpilih, namun masih ada kekhawatiran bahwa seringnya pergantian pemimpin akan merugikan sentimen bisnis di negara yang bergantung pada investasi asing.

3. Mengutamakan hubungan baik dengan Amerika dan Tiongkok

Baca Juga  Selama musim liburan, waspadalah terhadap pemesanan hotel online dan penipuan tiket

Investor, yang sebagian besar memuji stabilitas politik, mungkin tidak menerima kepergian dini dua presiden dalam waktu satu tahun.

Florian Feyerabend, perwakilan Konrad Adenauer Foundation di Vietnam, mengatakan perkembangan terakhir menimbulkan pertanyaan tentang “prediktabilitas, keandalan, dan fungsi internal sistem” yang menjadi dasar keputusan investasi.

Namun, ia menekankan bahwa “seluruh sistem politik pemerintahan stabil” dan bahwa kebijakan luar negeri Vietnam tidak dapat menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Reuters
Pilihan Editor: Presiden Vietnam Mundur, Siapa Penggantinya?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *