Babak Baru Kasus Buddy Said, Hotman Paris Ajukan Praperadilan

Bisnis190 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Crazy Rich Surabaya, Budi Saeed (BS), sudah resmi masuk. Tes pendahuluan Di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait status tersangka yang dikeluarkan Kejaksaan Agung terkait jual beli emas PT Antam Tbk (ANTM). Pengacara Budi Syed, Hotman Paris Hutape, mengajukan praperadilan.

“Sebagai kuasa BS, pada tanggal 12 Februari 2024, hari ini (Saya) resmi mengajukan surat dakwaan pendahuluan terhadap Jampidsus (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” kata Hotman di Kejaksaan Agung. Konferensi persnya di Jakarta Selatan, Senin 12 Februari 2024

Menurut Hotman Paris, ada beberapa faktor yang mendasari keputusan klien untuk disidangkan. Budi Syed awalnya merasa divonis bersalah karena menghalangi penegakan putusan perdata MA. Budi Said sebelumnya memenangkan perkara di Mahkamah Agung yang memerintahkan Pengadilan Negeri Surabaya menyerahkan sisa kekurangan emas sebanyak 1.136 kg kepada Budi Said.

Alasan kedua, keputusan tersangka tidak tepat, kata Hotman. Menurutnya, bukti permulaan atas komitmen tersebut belum cukup.

“Kalau ada yang dituduh, harusnya ada buktinya. Kalau daerah dikatakan kehilangan 1000 kg, kapan diberikan (emasnya)? Karena MA sudah minta ekstradisi, tapi belum juga dilakukan,” dia melanjutkan.

Hotman Paris juga menyoroti proses penggeledahan, penyitaan, dan penangkapan Budi Said dilakukan secara ilegal tanpa perintah pengadilan.

iklan

Sebelumnya, pada Kamis, 1 Februari 2024, Kejaksaan Agung memutuskan Abdul Hadi Aviena Pada 2018, General Manager PT Antam alias AHA menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi. AHA diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam menjual logam mulia di Butik Emas Logam Mulia Surabaya 01 Antam.

Kasus ini menyangkut pengiriman emas seberat 100kg ke Budi Said tanpa surat permintaan resmi dari Butik Emas Logam Mulia 01 Surabaya. Abdul Hadi membuat laporan seolah-olah kekurangan cadangan emas adalah hal biasa untuk menutupi kejahatan tersebut. PT Antam diperkirakan kehilangan sekitar 1.136 kg emas logam mulia atau sekitar Rp 1,266 triliun akibat aksi terhadap Budi Saeed dan Abdul Hadi. Budi sendiri sudah menjadi tersangka di bidang teknik. Jual beli emas mulai 18 Januari 2024.

Baca Juga  Quattroro mengakui kecepatan Jorge Martin di balapan MotoGP Mandalika

Addinda Jasmin PRASETYO | PENASIHAT KHOIRUNIKMAH

Pilihan Editor: Berbagai Reaksi Netizen Terhadap Suara Kotor X: Dari Mana Pencemaran Nama Baik Itu Berasal?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *