APBN mendukung momentum pemulihan perekonomian Indonesia

Bisnis222 Dilihat

informasi nasional – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai dengan pertengahan Desember 2023 tercatat lebih kuat dari target yang dicanangkan. Untuk mendukung kecepatan pemulihan dan mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia, berbagai manfaat positif telah diberikan kepada masyarakat.

Dalam jumpa pers Desember 2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hingga 12 Desember 2023, kinerja APN masih positif. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.553,2 triliun atau meningkat 4,1% (yoy) dengan belanja negara mencatatkan hasil positif sebesar Rp2.588,2 triliun. Pemerintah terus berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dalam APBN yang meliputi perlindungan sosial, kesejahteraan petani, sarana UKM, pendidikan, infrastruktur, dan investasi.

Kemudian terkait kinerja pendapatan sektor Bea dan Cukai, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Kepabeanan Inspektur Dudi Ginanjar menjelaskan pihaknya telah menyumbang Rp256,5 triliun hingga 12 Desember 2023. Sektor cukai memperoleh pendapatan tertinggi sebesar 196,7 triliun dolar, didukung oleh 47,6 triliun birr dari pajak penghasilan dan 12,3 triliun birr dari ekspor.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan impor dan ekspor mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,1% dan 68,5%. Mandeknya penerimaan pajak penghasilan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penurunan harga produk impor hingga bulan Oktober dan kenaikan FTA, bea keluar yang berdampak pada penurunan harga produk kelapa sawit dan tembaga. Serta penghentian kegiatan ekspor minyak sawit.

“Untuk penerimaan cukai, Hasil Tembakau (HTT) masih menyumbang mayoritas nilai capaian yakni Rp 188,9 triliun. Capaian HTT turun 3,7% (yoy) karena dampak kebijakan pengendalian konsumsi, keberlangsungan tenaga kerja, dan pengendalian rokok ilegal. ,” jelas Incep.

iklan

Menyikapi situasi tersebut, Bea dan Cukai terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui pemberian dan pengendalian pelayanan. Berbagai fasilitas dan fasilitas terus diberikan, seperti layanan e-CD, kemudahan kargo bagi pekerja migran Indonesia, rush handling, klinik ekspor UMKM, serta penerapan National Logistic Environment (NLE) di beberapa pelabuhan. dan bandara di Indonesia.

Baca Juga  Ahmed Basrah mendesak dunia untuk menghentikan serangan Israel terhadap Palestina

“Melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Bea dan Cukai akan mendorong peningkatan fasilitas pajak penghasilan hingga 88,3%, meningkatkan penyerapan lapangan kerja sebesar 250% dan investasi sebesar 9,27%. sebesar 23,75% melalui NLA multimoda dan telah membantu pengembangan 3.988 UMKM, 836 di antaranya berhasil diekspor. Sementara itu, dari sisi pengawasan, Bea dan Cukai mencatat kemajuan kinerja dalam tiga tahun terakhir dengan tindakan yang dilakukan di Balepress ( 309), Minerba (25) dan Perbatasan (590),” ujarnya.

Menkeu menekankan bahwa meskipun sejauh ini Indonesia menunjukkan hasil yang positif, Indonesia perlu mewaspadai meningkatnya risiko global dan ketidakpastian pascapandemi, geopolitik, volatilitas pasar keuangan, inflasi harga komoditas, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Bersama-sama kita mendukung proses pemulihan ekonomi untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas sumbangsih dan dukungannya terhadap pelaksanaan APBN dan Bea Cukai,” tutup Incep.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *