Apakah Jokowi Tak Akan Hadiri Perayaan Pertama PDIP? Inilah faktanya.

Bisnis492 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke beberapa negara ASEAN bertepatan dengan HUT Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Perayaan HUT PDP tahun ke-51 Di tahun Di tahun Di tahun Di tahun

Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden, mengatakan agenda tersebut sudah ditetapkan beberapa bulan lalu.

Ari melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Minggu, 7 Januari 2024 mengatakan, “Pengaturan tur tiga negara itu sudah dilakukan beberapa bulan lalu.”

Sebelumnya, Ari juga menyebut Jokowi tak boleh ketinggalan dalam agenda HUT ke-51 PDIP. “Kalau ada kunjungan ke luar negeri, tidak mungkin ada HUT PDIP,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana saat ditemui di Gedung Sekretariat Negara, Jumat, 5 Januari 2024.

Absennya Jokowi di hajatan PDIP kali ini disebut-sebut ada kaitannya dengan hubungan Jokowi dan Megawati. Hal ini terjadi setelah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

Faktanya, Sekjen PDIP Hasto Cristiano merasa partainya ditinggalkan Jokowi karena Pilpres 2024, apa yang terjadi dengan Gibran dalam skandal Mahkamah Konstitusi?

Jokowi tidak menghadiri HUT PDIP karena kunjungannya ke beberapa negara ASEAN.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi beberapa negara di ASEAN pada Selasa, 9 Januari hingga Minggu, 14 Januari 2024.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Cristiano Jokowi mengatakan, dirinya akan melakukan kunjungan kerja luar negeri ke Filipina bertepatan dengan HUT PDIP pada Rabu, 10 Januari 2024.

“Presiden Jokowi akan menyelenggarakan urusan luar negeri di Filipina. Tapi hakikat gerakan (HUT) kali ini adalah menyatu dengan rakyat,” ujarnya di kantor DPP PDIP di Jakarta, Sabtu, 6 Januari 2024. .

iklan

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu M Iqbal sebelumnya mengatakan, Menlu Retno Marsudi dijadwalkan mendampingi Jokowi ke Brunei, Filipina, dan Vietnam. Iqbal mengatakan, acara kepresidenan ketiga negara ASEAN pada pekan ini bersifat bilateral.

Baca Juga  Sandra Dewey menelepon Jaksa Agung dengan panggilan Coming Through the Basement

“Tur ini sudah direncanakan sejak tahun lalu,” ujarnya kepada Tempo, Jumat, 5 Januari 2024.

Hubungan Jokowi dan Megawati Soekarno-Putri sempat renggang

Hubungan pengurus partai Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memburuk selama setahun terakhir. Keretakan ini semakin memuncak setelah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden atau cawapres dari kader PDIP.

Faktanya, pada Pilpres 2024, PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden. Karena tidak patuh, Gibran dikeluarkan dari PDIP. Tak lama kemudian, menantu Jokowi yang juga anggota PDIP, Bobby Nasution, menyatakan akan mendukung Prabowo-Gibran. Wali Kota Medan juga dipecat menyusul langkah PDIP yang memisahkan diri.

Selain itu, hubungan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri semakin memanas ketika adik Gibran, Kaesang Pangarep menjadi anggota partai tersebut dan menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia dua hari kemudian. Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membuka jalan bagi Gibran Rakabuming untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 dengan merevisi batasan usia minimal menjadi 35 tahun, Kaisang mengumumkan dukungan partainya terhadap Prabowo-Gibran.

Megawati pun mendengar soal langkah memasangkan Prabowo dengan Gibran. Mundurnya Jokowi dari PDIP diyakini bermula saat putra bungsunya, Kiang Pangarep, terjun ke dunia politik. Kesang yang seharusnya bergabung dengan PDIP malah bergabung dengan PSI. Padahal, PDIP mensyaratkan keluarga kader tidak boleh berbeda kasta.

MUTIARA ROUDHATUL JANNAH | DANIEL A.FAJRI | HENDRIK KHOIRUL MUHID
Pilihan Editor: Jokowi mengaku tak menerima undangan tahunan PDIP



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *