Akses jalan datar sudah diberi pita kuning, eks warga Kampung Bayam tidak lagi diberi akses.

Bisnis547 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Perlintasan pita kuning akan menutup jalan menuju Kampung Susun Bayam (KSB), Papanggo, Jakarta Utara pada Selasa 23 Januari 2024. Apartemen (Rusun) berada di dekat Jakarta International Stadium atau JIS.

Kelompok Tani Kampung Bayam Madani (KPKBM) merupakan eks warga. Desa Bayam Ia mengaku tak lagi diberikan akses masuk ke apartemen tersebut. Pada Selasa 23 Januari 2024, seorang warga Enning mengatakan: “Tadi malam sekitar pukul 00.00 petugas memasang pita kuning.”

Ineng mengatakan dia adalah komandan tim keamanan GIS dan memerintahkan orang-orang itu untuk membentuk perimeter. Warga terpaksa menempati apartemen tersebut selama lebih dari setahun. Warga menyebut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemegang izin apartemen berjanji akan menyerahkan kunci pada awal Januari 2023.

Di bawah Gubernur Anis Baswedan, pengaruh pembangunan GIS dirasa berhak menempati unit-unit di KSB setelah ada kesepakatan. Sayangnya, nanti Aeneas Ia turun tahta dan digantikan oleh penjabat Gubernur Diki Jakarta Heru Budi Hartono, prospek yang semakin terpuruk. SK milik warga sepertinya sudah tidak ada fungsinya.

Setelah Anis yang kini mencalonkan diri sebagai Presiden RI menyinggung kasus eks warga Kampung Bayam, isu ini kembali disorot banyak media. Tekanan dari PDP dan anggota PDP juga mulai muncul.

Sementara itu, Direktur Eksekutif JackPro Ewan Takwin menegaskan, KSB dibangun di atas tanah milik Pemprov atau Kabupaten Dikei dan awalnya diperuntukkan bagi para pekerja International Stadium (JIS). Oleh karena itu namanya diubah menjadi JIS Perumahan Pekerja Penunjang Operasional (HPPO). Sebab HPPO merupakan bagian dari proses pembentukan lingkungan olahraga yang terpadu.

iklan

Ewan Jackpro mengaku selalu menaati peraturan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, seluruh warga DKI diperbolehkan tinggal di sana asalkan mengikuti aturan. Jakpro melaporkan empat anggota KPKBM ke Polres Jakarta Utara.

Baca Juga  Tim Ducati, Bagnaia siap mempertahankan gelar MotoGP.

Melanggar Pasal 170, Pasal 406 dan Pasal 167 KUHP, menyebabkan kerusakan harta benda dan memasuki tempat orang lain tanpa izin, dibawa pergi. Kini lebih dari 10 orang berjaga ketat di sekitar jalan menuju KSB. Menurut Eneng, banyak media yang diretas dan ditolak aksesnya ke KSB. “Kemarin kami tidak bisa mengakses SCTV sehingga tidak bisa memantau sehingga ketuanya keluar,” ujarnya.

Hari ini media lain berkumpul meliput suasana KSB dan berjaga. Namun warga telah berhasil mengatasi permasalahan tersebut, kata Neneng. “Hari ini semua berkumpul. Ada Trans 7, Metro TV, CNN, Titik Kata. Jadi yang kita tarik, kita tidak bisa menghalangi masuknya media apa pun,” ujarnya.

Mereka menjelaskan, pita garis kuning itu belum dilepas. Lebih tinggi dari posisi sebelumnya. Dalam kegiatan pelaporan, Neneng mengatakan petugas hanya mengambil gambar dan tidak ada adu fisik. Sementara itu, Ketua KPKBM mengatakan warga Furkon akan tetap melakukan perlawanan. Meski akses jalan menyempit, kami akan terus berusaha (tinggal di apartemen), ujarnya.

Pilihan Editor: Ahmed Sahroni bertanya langsung kepada Heru Budi tentang nasib eks warga Kampung Bayam.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *