Absen di praperadilan Eddy Hiariej Cs, KPK mengaku masih menyiapkan dokumen.

Bisnis451 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Edward Omar Sharif Hiriage atau mantan tim kuasa hukumnya tidak hadir dalam persidangan. Eddy Hiariej cs di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini Senin, 11 Desember 2023 menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi masih menyiapkan dokumen persidangan.

“Tim law firm mengirimkan surat kepada hakim. “Kami masih menyiapkan dokumen lengkap dan kelompok ini ada agenda persidangan lagi di luar Jakarta,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikry kepada wartawan, Senin, 11 Desember 2023.

Ali menyatakan pihaknya siap hadir dan memberikan keterangan terkait keputusan persidangan tersangka Eddie Hiriage.

“Kami segera siap dan siap menjawab dan menyikapi gugatan yang diajukan,” kata Ali.

Sidang pendahuluan Eddie diperpanjang

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang pendahuluan penetapan tersangka Eddy Hirije karena Komisi Pemberantasan Korupsi Kegagalan untuk hadir. Perkara tersebut sebelumnya terdaftar dengan nomor perkara 134/Pid/Pra/2023/PN JKT.SEL.

“Sidangnya akan kami tunda pada Senin, Senin tanggal 18,” kata Hakim Tunggal Estiono dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 11 Desember 2023.

Hal itu dibenarkan oleh Humas PN Jaksel Jumianto. Ia juga mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengusulkan sidang pendahuluan diperpanjang.

iklan

“Saya mendapat informasi bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengirimkan surat penundaan persidangan karena tergugat berhalangan hadir,” kata Jumianto melalui pesan singkat, Senin, 11 Desember 2023.

Eddy dan dua rekannya, Yogi Ari Rukmana dan Yossi Andika Mulyadi Mereka mengajukan tuntutan pendahuluan agar tidak ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyatakan siap menghadapi tuntutan tersebut.

“Tolong, itu hak Anda sebagai tersangka. Senin, 4 November 2023 Ali: “Kami informasikan bahwa seluruh prosedur penyidikan yang kami lakukan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga  Temukan kebebasan media yang menemukan MotoGP

Konstruksi kasus yang menjerat Eddie

Kasus yang menjerat Eddie bermula dari laporan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso tentang hadiah yang diterima Eddie. Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UGM dilaporkan diduga melakukan perdagangan di bawah kekuasaannya dalam sengketa kepemilikan saham perusahaan milik PT Citra Lampia Mandiri. Helmut Hermawan Perusahaan memiliki konsesi pertambangan nikel seluas 2.000 hektar di Luu Timur, Sulawesi Selatan.

Eddy diduga menerima suap Rp 8 miliar melalui Yossi dan Yogi yang disebut sebagai komplotannya. Eddy Hiariej menyatakan tidak akan menerima suap tersebut.

Selain Eddie Hiriage, Yogi Ari Rukmana, dan Yossi Andika Mulyadi, KPK juga menetapkan Helmut Hermawa sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Helmut bahkan ditangkap KPK. Akibat tudingan tersebut, Eddie dicopot dari jabatannya Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *