5 kebiasaan di tempat kerja yang menandakan Anda mengalami depresi

Bisnis230 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaDepresi Karena bekerja adalah pengalaman banyak orang. Faktanya, disebutkan bahwa 280 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit mental ini. Keadaan pikiran ini bisa dilihat sebagai gejala kesedihan atau kelelahan.

Gejala depresi Hal ini bisa terjadi pada Anda di tempat kerja dan seringkali lebih sulit bagi Anda daripada mengetahui alasannya, “kata psikoterapis Shannon Garcia. HuffPosting.

Perasaan putus asa, kurang minat dalam aktivitas normal, kenaikan atau penurunan berat badan, gangguan tidur, kelelahan, perasaan tidak berharga dan sulit berkonsentrasi merupakan gejala depresi yang bisa datang dan pergi, kata psikolog Ryan House. Untuk membantu karyawan membedakan antara hari yang buruk dan gejala depresi, terapis menyarankan bahwa kebiasaan kerja bisa menjadi tanda depresi.

Bekerja lebih keras dari biasanya untuk tidak pulang
Gejala depresi pada setiap orang berbeda-beda. Rekan kerja Anda mungkin tidak mengetahui bahwa Anda depresi karena Anda bekerja keras seperti biasanya. Bahkan, Anda mungkin menghadapi masalah di rumah yang membuat Anda tidak ingin pulang, seperti masalah pasangan atau keluarga.

Dulunya asyik bergaul, tapi kini tidak lagi.
Cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja dapat memberi petunjuk apakah Anda sedang mengalami hari yang buruk atau semacamnya. Menghindari rekan kerja dan menyendiri adalah gejala depresi, kata pekerja sosial Alicia Velez.

iklan

Terus-menerus melewati tenggat waktu dan rapat
Jika sulit menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, itu juga bisa menjadi tanda depresi, kata House. “Orang-orang gagal menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tidak lagi makan siang bersama teman, dan mengkritik kinerja dirinya sendiri dan rekan kerja,” ujarnya.

Sering marah di tempat kerja
“Depresi tidak hanya membuat orang merasa kewalahan, tapi juga membuat mereka lebih mudah marah,” kata Garcia.

Baca Juga  Eric Tohir: Upaya pemberantasan mafia sepak bola sudah memasuki babak baru.

Hilangnya motivasi atau minat yang pernah Anda nikmati
Ada perbedaan antara kebosanan dan depresi. Lihat saja sikap Anda saat ini Bekerja Apa yang paling Anda sukai di masa lalu. Kamu terlihat sibuk menatap layar komputer, padahal kamu tidak melakukan apa-apa.

Pilihan Editor: Alasan Orang Menyukai Self-Diagnosis Penyakit Mental Seperti Psikiater



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *