3 Kopi Papua Paling Dicari di Dunia

Bisnis110 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Keberagaman dan kelezatan masyarakat Papua Kopi Mereka bisa tumbuh di pepohonan di tengah pegunungan pada ketinggian 1.400-2.700 meter di atas permukaan laut. Papua. Kopi ini pertama kali dibawa ke wilayah tersebut oleh para misionaris dan pemerintah Belanda.

Menurut Harry Suroto, peneliti Balai Arkeologi Papua, budidaya kopi di Lembah Balim dimulai pada tahun 1988. Dimulai pada tahun 1960 dengan diperkenalkannya benih kopi Arabika typica dari Papua Nugini. Van der Sluss, yang saat itu menjabat sebagai kepala dinas pertanian Dengan hati-hati Ia memilih benih Arabika kualitas terbaik, khususnya Jamaican Blue Mountain, dari Jamaika.

Beberapa biji kopi Papua berhasil memantapkan diri di pasar kopi internasional. Berikut tiga kopi Papua terpopuler di dalam dan luar negeri

1. Kopi Amungme

Kopi Amungme diproduksi di Kabupaten Timika, Papua. Sesuai dengan namanya, kopi Arabika Typica ini ditanam oleh suku Amungme di dekat tambang Tembagapura. Tumbuh pada ketinggian 2.500 mdpl di beberapa desa seperti desa Oroanop, Tsinga, Hoya dan Banti.

Saat ini, lebih dari 19.000 hektar lahan di sekitar tambang Tembagapura telah ditanami kopi Amungme dengan metode tersebut. Setidaknya 13.603 pohon ditanam di kawasan tersebut dan rata-rata 606 kg biji kopi diproduksi setiap tahunnya.

Kopi Amungme memiliki struktur full-body, dengan sedikit twist. Asam Rasa, aroma manis yang sangat khas dan kuat, serta sisa rasa moka.

Kopi Amungme terletak di supermarket Timika, Kuala Kenkana atau Tembagapura, unit pengolahan Kopi Amungme terletak tidak jauh dari Kompleks Freeport. Ekspor ke Eropa, Australia, Selandia Baru dan Amerika.

2. Kopi Pegunungan Bintang

Kopi arabika dari Pegunungan Bintang, Papua, memang unik. Itu telah berkembang. Kopi ini ditanam di ketinggian 1.800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut, lebih tinggi dibandingkan kopi Arabika yang umumnya ditanam di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga  Kronologi hilangnya pesawat di Kalimantan Utara

Dengan suhu yang lebih sejuk sekitar 18 – 23 Celsius, langit berkabut, dan minimnya sinar matahari, biji kopi di pohon akan matang lebih lama, dan rasanya pun menjadi lebih asam.

Kopi Bintang Mountain memiliki cita rasa yang unik antara lain jeruk, berry, jeruk, buah, coklat manis, tebu, dan persik.

Selain dipasarkan di Sentani dan Jayapura, kopi Gunung Bintang juga banyak diminati konsumen Australia, Selandia Baru, Belanda, dan Amerika.

3. Kopi Moanemani

Kabupaten Dogiyai, Papua dikenal sebagai penghasil kopi Arabika terbaik di Indonesia. Kopi Moanemani merupakan salah satu biji kopi asal Dogia yang terkenal, bersama dengan kopi Gunung Bintang dan kopi Amungme.

Moanemani merupakan kopi Arabika yang ditanam secara organik oleh petani tradisional suku Mae di distrik Mapia. Kopi ini sangat populer di kalangan pecinta kopi di Eropa dan Amerika.

Menurut sejarahnya, benih kopi arabika yang ditanam di Dogia berasal dari Papua Nugini yang benihnya langsung dari Kingston, Jamaika. Oleh karena itu, kualitasnya tidak jauh berbeda dengan Jamaican Blue Mountains, yang premium terbaik Kopi Arabika Di dunia ini.

Ludi Kahyana

Pilihan Editor: 10 Tempat ngopi, restoran hingga nongkrong seru di Jakarta Sarina

klik disini Untuk mendapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *